Berita NTT

Ketua MUI NTT : NKRI Harga Mati, Kerukunan Juga Harga Mati

Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Nusa Tenggara Timur ( NTT), H. Abdul Kadir Makarim mengatakan kerukunan merupakan harga mati

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Pose bersama peserta forum dialok FKUB NTT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Nusa Tenggara Timur ( NTT), H. Abdul Kadir Makarim mengatakan kerukunan merupakan harga mati.

Hal ini diungkapkannya usai mengikuti dialog yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT, Kamis, 19 Agustus 2021.

"Menurut saya kerukunan harga mati. Kalau NKRI harga mati kerukunan juga harga mati sebab tanpa kerukunan tidak ada kedamaian," kata pria yang kerap disapa Abah ini.

"Oleh karena itu memang kita semua perlu, baik masyarakat yang muda yang tua, terutama yang tua - tua itu kasih contoh kepada yang muda - muda karena kedepan masa depan bangsa ini tergantung dari kita. Kalau kita baik maka baik adanya kalau kita rusak saat ini, yang akan datang juga rusak," lanjutnya.

Baca juga: Soal Peniadaan Keberangkatan Haji, Ketua MUI NTT, H Abdul Kadir Makarim : Itu Kebijakan Baik 

Masalah kerukunan dan masalah toleransi menurut Abah Makarim sangat penting sehingga harus dipupuk.

"Kita harus jaga dengan baik supaya jangan sampai terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Kalau saat ini kondisi NTT saya lihat aman. Kalau ini tetap dipertahankan saya yakin sekali ini NTT tetap aman," ungkapnya.

Salah satu Pandita Hindu yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, Pandita Ida Resi Agung Nanda Kusuma Wijaya Manuaba mengatakan, kegiatan ini sangat bagus.

"Memang ini programnya FKUB dalam rangka menjaga kerukunan, keharmonisan di provinsi NTT yang sudah mendapatkan predikat Nusa Terindah Toleransi, tidak hanya sebagai semboyan saja tapi memang dalam piagam penghargaan kita dua kali berturut- turut dapat nomor satu," kata Pandita Manuaba.

Baca juga: Silaturahmi GM PLN UIW NTT dan Ketua MUI NTT

"Oleh karena itu kita perlu rawat, kita perlu jaga, terutama sasarannya itu anak - anak muda yang nanti akan mewarisi apa yang kita buat ini," lanjut dia.

Menurut Pandita Manuaba, perjuangan orang - orang tua terkadang tidak dimengerti oleh anak - anak muda.

"Lalau ngerti mereka pasti akan meniru kita mengikuti jejak kita bagaimana membangun Indonesia, membangun kerukunan, membangun keutuhan, itu membutuhkan tenaga dan energi yang luar biasa oleh karena itu sudah sepantasnya yang muda - muda ini ikut bersama sebagai penerima tongkat estafet," pungkasnya.(*)

Berita MUI NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved