Senin, 20 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 15 Agustus 2021: Martabat Luhur Bunda Maria

Singkat kata, masuk surga berarti bertemu dengan Tuhan, yang kita cintai sepanjang ziarah perjalanan hidup di dunia ini.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik Minggu 15 Agustus 2021: Martabat Luhur Bunda Maria (Why 11:19a.12:1.3-6a.10ab; 1 Kor 15:20-26; Luk 1:39-56)

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Pada Hari Raya Santa Maria Diangkat Ke Surga, Gereja memberikan penghormatan dan martabat rohani yang tinggi kepada Bunda Maria, yang telah memberikan seluruh diri, jiwa dan raganya, dalam segala kemurnian dan kekudusannya untuk dipakai Allah menjadi sarana keselamatan bagi semua manusia. Ia menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah.

Gereja memiliki keyakinan iman bahwa Bunda Maria dalam segala kepantasan dan kekudusannya di hadirat Allah memiliki kedudukan istimewa yang dianugerahkan Putra Allah kepadanya. Ia diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya.

Sebagai orang beriman kita mau masuk surga. Masuk surga berarti masuk ke dalam sebuah suasana yang kita rindukan selama hidup, yakni suasana gembira dan sukacita hidup, karena pada akhirnya kita akan berjumpa dengan Tuhan.

Singkat kata, masuk surga berarti bertemu dengan Tuhan, yang kita cintai sepanjang ziarah perjalanan hidup di dunia ini.

Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa untuk masuk surga, kita harus senantiasa mengusahakannya selama hidup di dunia ini, sehingga tidak perlu menunggu nanti setelah mati.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 15 Agustus 2021: Jiwaku Memuliakan Tuhan dan Hatiku Bergembira

Kita bisa mencicipi bagaimana rasanya masuk surga, sejak di dunia ini. Caranya ialah memiliki sikap seperti Bunda Maria, yakni mau mendengarkan dan taat pada perintah Allah serta mau "mengandung Allah" (Luk 1:39-56).

Ada 3 cara supaya kita masuk surga, yaitu:

1. Mendengarkan Allah
2. Taat pada perintah Allah
3. "Mengandung Allah" dengan setia menyambut Tubuh dan Darah Kristus.

Dalam Injil Lukas hari ini, Elisabeth yang dikunjungi Maria berseru, "Diberkatilah engkau di antara segala perempuan dan diberkatilah buah rahimmu!"

Seruan ini mengandung 2 hal berikut ini:

Pertama, kesucian Maria di hadapan Allah yang membuatnya layak di hadapan Allah.

Kedua, buah rahimnya yang memberikan kekudusan kepada Maria secara Ilahi dan membuatnya pantas untuk mendapatkan tempat yang istimewa di bumi dan di surga.

Marilah kita membuka hati untuk mau belajar dan meneladani Bunda Maria, yang senantiasa mendengarkan Allah, taat pada perintah Allah dan mengandung Allah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved