Seakan Balas Kritikan Megawati, Fadli Zon Buat Polling Soal BPIP, Publik Minta Dibubarkan, Ada Apa?

Pasca Megawati Soekarnoputri melontarkan pernyataan tentang figur dari Sumatera Barat, kini Fadli Zon seakan membalasnya.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Politisi kritis dari Partai Gerindra, Fadli Zon menyoroti secara khusus tes wawasan kebangsaan dengan soal pilih Alquran atau Pancasila pada Minggu 20 Juni 2021. Ia menyebut pertanyaan itu sebagai modus adu domba, sehingga harus diusut tuntas 

Dan, yang disoroti Fadli Zon adalah tema yang diusung dalam kompetisi tersebut.

Baca juga: Cuit Kondisi Mengharukan Pasien Covid-19, Mahfud MD Langsung Disinis Fadli Zon: Harusnya Minta Maaf

Dalam unggahan itu, ada dua tema utama yang dipersyaratkan.

Tema pertama, Hormat Bendera Menurut Hukum Islam. 

Tema kedua, Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam.

Terkait polling, Fadli Zon bertanya "@BPIPRI dibubarkan?"

Hingga pukul 7.45, sudah 795 warganet memberikan suara.

Baca juga: Seruan Unjukrasa Tak Terbukti, Fadli Zon Sebut Hal Mengejutkan: Ini Bikin Malu Intelijen Negara

Hasilnya, sebanyak 95 persen menyatakan setuju jika BPIP dibubarkan.

Sisanya, tidak setuju BPIP dibubarkan.

Sebelumnya, Fadli Zon juga memberikan kritik atas tema yang diangkat dari kompetisi menulis itu.

Fadli menyebut, pemilihan tema yang diangkat tersebut membuktikan bahwa BPIP sangat dangkal dalam memahami antara Islam dan Pancasila.

Bahkan, Fadli Zon memandang, ada upaya untuk menuduh Islam mempermasalahkan hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu Indonesia raya.

Baca juga: Seruan Unjukrasa Tak Terbukti, Fadli Zon Sebut Hal Mengejutkan: Ini Bikin Malu Intelijen Negara

"Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila. Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya," tulis Fadli Zon di Twitter, dikutip pada Jumat 13 Agustus 2021.

Fadli Zon pun meminta agar BPIP merubah tema lomba penulisan tersebut karena berpotensi memecah-belah bangsa.

"Segeralah ganti tema agar tidak memecah belah bangsa," imbuhnya

Tema Terlampau Tendensius

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved