Minggu, 26 April 2026

Serangan China ke Taiwan Percepat Perang di Besar Laut China Selatan, Sikap AS bikin Panas Beijing

Militer China atau Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terus mempersiapkan diri untuk menunggu perintah Beijing melakukan serangan untuk menginvasi

Editor: Alfred Dama
via Anadolu Agency
Armada kapal China di Laut China Selatan 

POS KUPANG.COM -- Militer China atau Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terus mempersiapkan diri untuk menunggu perintah Beijing melakukan serangan untuk menginvasi Taiwan

Dan, serangan atau bentro dengan Taiwan sama juga dengan memicu perang hebat di Laut China Selatan bahkan bisa menyulut Perang Dunia III

Taiwan, yang terletak di utara Laut China Selatan, dipandang oleh Beijing sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Beijing berjanji suatu hari akan mempersatukan Taiwan kembali dengan daratan China.

Baca juga: Kapal Induk Inggris Dibayangi Kapal Selam Nuklir China di Laut China Selatan, Ini yang Dilakukan

Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping itu juga mengklaim kedaulatan atas seluruh Laut China Selatan, meskipun Taiwan dan negara-negara tetangga memiliki klaim balasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Taiwan yang pemerintahannya dipilih secara demokratis mengatakan, pesawat militer China yang terbang ke zona identifikasi pertahanan udaranya telah mencetak rekor.

Mengutip Express, Jumat (13/8/2021), Militer Taiwan sendiri diketahui telah dimoderniasasi, setelah Presiden AS Joe Biden menyetujui kesepakatan senjata senilai $750 juta (£541 juta).

Itu adalah dukungan pertama pemerintahan Joe Biden untuk kesepakatan senjata bersama Taipe

Baca juga: Amerika Dianggap Provkasi China, Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan, Ilmuan China Sebut Sia-sia

Langkah AS membuat marah Beijing, dengan Kedutaan Besar China mengatakan itu "merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China dengan menjual senjata ke wilayah Taiwan".

Menurut Dr Jonathan Sullivan, seorang spesialis China dan ilmuwan politik di University of Nottingham, setiap konflik China-AS atas Taiwan, akan “menghasilkan gangguan yang signifikan dan tahan lama dalam skala global”.

“Itu akan mengkonfigurasi ulang hubungan internasional, mengarah pada pendudukan Taiwan yang buruk dan menjadikan China negara paria," kata dia pada Express.co.uk.

“Tergantung pada keadaan yang menyebabkan invasi hipotetis, itu mungkin akan mengarah pada konflik militer yang melibatkan dua negara adidaya dunia."

“Bahaya mendasar bahwa bentrokan atas Taiwan dapat memicu perang terbuka antara AS dan China selalu ada, dan pertanyaan ini selalu memancing minat," tambahnya.

Baca juga: Laut China Selatan Tegang, Amerika Gelar Latihan Besar-besaran, Indonesia Harus Waspada, Kenapa?

Kesepakatan senjata AS baru-baru ini ke Taiwan adalah untuk memasukkan 40 unit howitzer self-propelled, serta 1.700 kit untuk mengembangkan rudal berkemampuan GPS.

Dengan menyetujui penjualan tersebut, Biden melanjutkan dukungan militer dan politik AS selama beberapa dekade untuk Taiwan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved