Laut China Selatan

Filipina Mendorong Kebebasan Navigasi dan Penerbangan di Laut China Selatan

Filipina telah menekankan pentingnya menjaga kebebasan dan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan yang diperebutkan

Editor: Agustinus Sape
Foto: US Navy
Kapal perusak berpeluru kendali USS Benfold berlayar melintasi Laut Cina Selatan pada Senin 12 Juli 2021. Amerika Serikat berkomitmen membela Filipina dari serangan angkatan bersenjata China di Laut China Selatan. 

Lazaro menyatakan harapan bahwa UE akan terus mendukung upaya respons dan pemulihan pandemi ASEAN, termasuk akses yang adil dan tepat waktu ke vaksin.

Filipina saat ini menjabat sebagai koordinator Hubungan Dialog ASEAN-UE.

Duta Besar UE untuk Filipina Luc Véron, sementara itu, mengatakan UE bertekad untuk memperdalam keterlibatan perdagangan dan keamanan di kawasan itu dan mempromosikan multilateralisme untuk mengatasi tantangan.

UE juga menyambut baik penunjukan Erywan Yusof, Menteri Luar Negeri Kedua Brunei, sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar.

Baca juga: Ketegangan China-Filipina Meningkat Karena Perambahan Laut China Selatan

Utusan Khusus tersebut bertugas memfasilitasi mediasi proses dialog di Myanmar pasca kudeta yang melihat penahanan Aung San Suu Kyi.

Uni Eropa juga menyerukan implementasi cepat dari “Konsensus Lima Poin” yang dicapai oleh para pemimpin ASEAN pada bulan April setelah pengambilalihan militer di Myanmar.

Konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, dialog konstruktif untuk solusi damai, penunjukan utusan khusus ketua ASEAN yang akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dan pemberian bantuan kemanusiaan. *

Sumber: news.abs-cbn.com

Berita Laut China Selatan lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved