Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tahu Itu Salah
Media mengendus peristiwa tragis itu dan terjadi protes besar-besaran. Letnan Calley di hadapkan ke mahkamah militer dan divonis penjara.
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tahu Itu Salah (Matius 19:3-12)
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - Salah satu peristiwa yang selalu dikenang dalam perang Vietnam adalah pembantaian My Lai.
Konon dalam peristiwa ini sekelompok pasukan Amerika menyerbu sebuah desa dengan perintah membunuh semua laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Operasi itu dipimpin seorang perwira bernama Letnan Calley.
Media mengendus peristiwa tragis itu dan terjadi protes besar-besaran. Letnan Calley di hadapkan ke mahkamah militer dan divonis penjara.
Yang menarik adalah 25-30 tahun kemudian, reporter televisi berupaya melacak keberadaan para prajurit yang terlibat dalam operasi itu untuk melihat seberapa jauh efek dari tindakan dulu itu terhadap kehidupan mereka.
Hasilnya, sangat jelas terungkap bahwa para prajurit itu seluruhnya mengalami masalah sosial, gangguan psikologis. Hanya satu prajurit berkulit hitam yang hidup bahagia.
Ini yang terjadi! Ketika perintah datang dari komandannya untuk membunuh semua penduduk desa, sang prajurit itu menolaknya. Meski ia tahu bahwa akibat pembangkangan itu ia dijebloskan ke dalam penjara militer yang jauh lebih buruk dari penjara sipil.
Reporter mewawancarainya, "Mengapa dulu Anda tidak melakukannya? Mengapa Anda tidak ikut menyerbu dan menembaki orang? Itu khan perintah?" Ia menjawab pendek, "Saya hanya tahu bahwa itu salah!"
Ia tak bisa mengatakan kenapa. Namun nuraninya mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukan hal itu. Meski risiko ditanggungnya. Dipenjara 3 tahun. Namun ia bahagia menjalani sisa hidupnya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 12 Agustus 2021: Mengampuni
Cukup sering terjadi bahwa orang tahu bahwa suatu perbuatan itu salah, tapi tetap saja dilakukan. Terbukti benar kata-kata, "roh memang kuat, tetapi daging lemah" (bdk. Mat 26:41).
Terkadang orang pun tahu bahwa suatu perintah atau suruhan tertentu tak benar, tapi ia merasa tak berdaya, tak punya daya, untuk menampik dan tidak melakukan.
Tetapi terjadi juga bahwa orang memang sudah tahu, paham, bahkan sangat mengerti ajaran, ketentuan tertentu; namun orang sengaja berperilaku bloon, hanya untuk mencobai agar menjatuhkan orang lain.
Kaum Farisi itu pemuka dan pemimpin spiritual Yahudi. Dari literatur rabinik, mereka digambarkan sebagai pengamat dan penegak hukum Taurat yang sangat teliti. Dalam gulungan naskah-naskah Laut Mati, mereka dikatakan sebagai kaum yang suka mencari dan memerhatikan hal-hal yang sangat kecil. Mereka menjadi pengamat pelaksanaan hukum yang sangat teliti, karena mereka memiliki kerangka berpikir bahwa Allah mencintai orang yang taat hukum dan menghukum yang tidak patuh.
Maka sangatlah aneh orang-orang Farisi datang kepada Yesus dan bertanya, "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" (Mat 19:3).
Tidaklah heran kalau penginjil mengisahkan kejadian itu dengan tambahan catatan yang sangat jelas bahwa mereka sebenarnya hanya untuk mencobai Yesus.
Yesus pun memberi tanggapan yang menohok, "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?" (Mat 19:4).
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegor Sesama
Kalau ditelusuri lebih jauh, rupanya alasan yang bisa disebut sebagai paling pokok dan mendasar, kenapa orang sudah tahu sesuatu itu salah tapi tetap melakukannya, tak lain adalah "ketegaran hati" (bdk. Mat 19:8).
Hati itu pusat diri. Hati kalau sudah tegar, bisa membuat orang kuat bertahan meski dihantam badai dan gelombang prahara masalah dan kegetiran hidup.
Sebaliknya, kalau hati sudah tegar alias keras membatu, bisa bikin orang sulit berubah dan tetap menganggap apa yang dipikirkan itu benar, apa yang dilakukan itu tepat, meskipun itu belum teruji kebenaran dan ketepatannya.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)