Berita NTT

Jangan Paksa Bangun Wisata Halal di NTT

Anggota DPD RI Provinsi NTT Abraham Liyanto minta BPOLBF agar tidak memaksa bangun pariwisata halal di NTT

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
SOSIALISASI - Anggota DPD RI, Abraham Liyanto ketika melakukan sosialisasi empat pilar bangsa di Ruteng, Jumat, 25 Juni 2021. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ( DPD RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT), Abraham Liyanto meminta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores ( BPOLBF) agar tidak memaksa bangun pariwisata halal di NTT. Alasannya, bisa menimbulkan kemarahan masyarakat NTT yang mayoritas beragama Kristen.

"Isu halal dan tidak halal itu sangat sensitif bagi masyarakat NTT. Mereka tidak kenal istilah halal dan tidak halal itu karena bukan budaya mereka," kata Abraham di Kupang, NTT, Senin, 9 Agustus 2021.

Ia menanggapi isu yang berkembang dalam masyarakat yang menyebutkan pariwisata di NTT, khususnya di Labuan Bajo akan dikembangkan menuju wisata halal.

Abraham meminta BPOLBF agar fokus saja ke pengembangan destinasi yang telah ada dan tingkatkan kualitas pariwisata lokal di tiap-tiap daerah. Ada banyak sekali keunikan dan kekayaan pariwisata lokal yang perlu dikembangkan.

Baca juga: Abraham Liyanto Bagikan 1.300 Paket Sembako di TTS

"Daripada buang waktu dan tenaga serta bisa menimbulkan keributan karena coba memaksakan wisata halal, lebih baik BPOLBF fokus saja ke destinasi yang belum tergarap. Angkat budaya lokal dengan hasil-hasil lokal sebagai jualan wisata. Tidak perlu bangun pariwisata yang malah melahirkan penolakan dari masyarakat," ujar Abraham.

Ketua Kadin Provinsi NTT ini menyebut masih banyak pariwisata di NTT yang belum digarap. Misalnya, Pantai Bawana dan Kampung Tarung di Pulau Sumba, Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, wisata Grand Cayon Kelaba Madja di Kabupaten Sabu, danau Rana Mese di Kabupaten Manggarai Timur, dan ratusan destinasi lainnya yang tersebar di Provinsi NTT. Kehadiran BPOLBF diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas tujuan destinasi tersebut.

Di tempat terpisah, dalam dialog dengan pejabat Keuskupan Ruteng, pekan lalu, Direktur BPOLBF Shana Fatina mengakui ada rencana pembangunan rest area sepanjang trans Flores.

Namun, rencana itu belum final dan belum akan dieksekusi karena harus dibicarakan dengan seluruh stakeholder terkait.

Baca juga: Abraham Liyanto Sebut Empat Pilar Pemersatu Bangsa Merupakan Harga Mati

Sebelumnya, tahun 2019 lalu, Shana telah melemparkan wacana penerapan wisata halal di Labuan Bajo. Wacana itu urung dilanjutkan karena ditolak oleh masyarakat. Dengan kejadian itu, Shana sempat dinonaktifkan dari jabatan selama beberapa bulan. (*/pol)

Berita Abraham Liyanto Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved