Pecah Perangdi Laut China Selatan Tinggal Tunggu Waktu, Joe Biden dan Kamala Harris Nantang China
Di wilayah perairan yang sangat kaya sumber daya alam itu kini sudah hadir beragai kapal perang termasuk gugus tempur Amerika Serikat yang dimpimpin U
POS KUPANG.COM -- Laut China Selatan kini sudah siap menjadi medan perang antara China dengan Amerika bersama sekutu-sekutunya termasuk Jepang dan India
Di wilayah perairan yang sangat kaya sumber daya alam itu kini sudah hadir beragai kapal perang termasuk gugus tempur Amerika Serikat yang dimpimpin USS Ronald Reagen dan Gugus tempur Inggris yang dikomdoi HMS Queen Elisabet serta armada perang India , Jepang , Perancis dan terakhir Jerman
Belum lagi negara-negara Asia Tenggara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan juga sudah siap untuk mempertahankan perairan mereka
Sementara China juga sudah mengerakan kapal induk kedua , Shandong bersama gugus tempurnya ke Laut China Selatan.
Baca juga: China Gelar Latihan Militer Besar-besaran di Laut China Selatan Saat Kehadiran Armada Perang Inggris
Bukan itu saja, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) juga sudah mengeluarkan rudal balistik pembunuh kapal induk untuk persiapan pasukan China bila situasi makin memburuk
Kini, Presiden dan Wakil Presiden AS, Joe Biden dan Kamala Harris memberikan tantangan ke Beijing akibat ketegangan yang terus meningkat di Laut China Selatan.
Harris akan memulai kunjungan pertamanya ke Asia akhir bulan ini sejak dia memasuki Gedung Putih dan akan mengeluarkan peringatan keras kepada China atas meningkatnya militerisasi perairan yang disengketakan.
Dilansir dari Daily Express, Sabtu (7/8/2021), wanita berusia 56 tahun itu akan memberikan penekanan kuat pada membela aturan internasional di Laut China Selatan.
Ia ingin memperkuat kepemimpinan regional AS dan memperluas kerja sama keamanan, kata seorang pejabat AS.
Harris akan memulai perjalanan luar negerinya di Singapura pada 22 Agustus sebelum menjadi Wakil Presiden AS pertama yang mengunjungi Vietnam pada 24 Agustus.
Baca juga: Joe Biden Pertahankan Keputusan untuk Mengakhiri Operasi Militer di Afghanistan
“Kami tidak ingin melihat negara mana pun mendominasi wilayah itu atau mengambil keuntungan dari situasi kekuasaan untuk mengkompromikan kedaulatan orang lain," ujar seorang pejabat Gedung Putih.
"Wakil Presiden akan menggarisbawahi bahwa harus ada jalur bebas untuk perdagangan, di seluruh Laut China Selatan, dan tidak ada satu negara pun yang boleh tidak menghormati hak orang lain," lanjutnya.
Laut China Selatan telah menjadi titik nyala utama antara Washington dan Beijing selama beberapa tahun terakhir.
China terus memperluas dominasinya atas jalur pelayaran vital dengan pangkalan militer di sekitar Kepulauan Paracel dan Spratly itu.
Pasukan angkatan laut AS telah memantau dengan cermat ekspansi China di kawasan itu dan melakukan perjalanan navigasi kebebasan secara teratur - tetapi tidak banyak berbuat untuk mencegah operasi di Beijing.
Baca juga: Pembunuh Kapal Induk Muncul Lagi saat China Gelar Latihan di Laut China Selatan, AS & UK Waspada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapal-induk-uss-ronald-reagan-di-laut-china-selatan.jpg)