Berita Kota Kupang
Rasio Kematian Akibat Kasus Covid di NTT berkisar 2,1 persen, Pemprov Berharap Bisa Menurun
ada perbedaan persentase angka kematian sebelum pelaksanaan vaksinasi dan sesudah vaksinasi.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Rasio Kematian Akibat Kasus Covid di NTT berkisar 2,1 persen, Pemprov Berharap Bisa Menurun
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Case Fatality Rate (CFR) atau rasio kematian akibat Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada angka 2,1 persen.
Prosentase itu berada di bawah prosentase nasional yang tercatat 2,8 persen.
Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT dr. Messerasi Ataupah melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Emma Simanjuntak kepada wartawan menjelaskan, data total meninggal akibat Covid-19 Provinsi NTT mencapai 860 orang hingga Senin 2 Agustus 2021 pagi.
"Untuk yang meninggal, data total 860 atau 2,1 persen. Kami sampaikan total di NTT, case fatality rate-nya di 2,1 persen sementara nasional 2,8 persen, dari segi itu kita masih di bawah," ujar Emma saat ditemui di Instalasi Obat dan Farmasi Dinkesdukcapil NTT, Senin pagi.
Baca juga: Yuven Tukung Pimpin Forkoma PMKRI Kota Kupang
Ia mengatakan, pihak dinas bersama Gugus Tugas Covid-19 NTT terus memantau fluktuasi kasus termasuk kasus kematian akibat Covid-19.
Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 untuk menurunkan angka kematiannya.
"Kita juga selalu memantau perkembangan kasus dan kematian Covid-19. Kita berharap (angka kematian) semakin menurun," ujar Emma.
Ia menyebut, untuk pasien Covid -19 yang meninggal dengan Comorbid (penyakit bawaan) terdiri dari hipertensi sebanyak 27,8 persen, jantung sebanyak 11,1 persen, dan DM sebanyak 5,6 persen.
Baca juga: Update Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Kupang, Cek Infonya
Data tersebut berdasarkan data yang direkap dari Kabupaten kota.
Emma juga menjelaskan, ada perbedaan persentase angka kematian sebelum pelaksanaan vaksinasi dan sesudah vaksinasi.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat mengakses vaksin untuk menambah kekebalan tubuh.
"Perbedaan persentase sebelum dan sesudah vaksin, tentunya ada kita analis. Karena kalau kita lihat fungsi vaksinasi memberi kekebalan, jadi artinya kalaupun yang sudah divaksin terkena tetapi dari penelitian yang lain disebutkan tingkat keparahan jauh menurun," kata dia.
Pemerintah, tambah Emma, terus melakukan berbagai upaya percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 termasuk dengan percepatan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan komunal masyarakat NTT.
Baca juga: LLBK Jadi Kelurahan Pertama di Kota Kupang Kembali ke Zona Hijau Kasus Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/keluarga-menyaksikan-penguburan-jenazah-covid-19.jpg)