Breaking News:

Polda NTT Bekuk Tiga Pelaku Pencurian Ternak di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

Tim Reserse Mobile Polda NTT membekuk tiga spesialis pelaku pencurian ternak sapi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

Penulis: Ray Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tim Resmob Jatanras Polda NTT amankan spesialis pencurian ternak sapi beserta barang buktinya yang beroperasi di wilayah kota dan Kabupaten Kupang, Rabu, 28 Juli 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Tim Reserse Mobile Polda NTT membekuk tiga spesialis pelaku pencurian ternak sapi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa Rabu 28 Juli 2021, sekitar pukul 04.00 wita, Tim Resmob mengikuti salah satu dari jaringan pencurian ternak bernama YS alias J yang hendak menumpang angkutan kota dari Depan RS Undana menuju arah Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Angkot yang membawa pelaku YS alias J berhenti di depan rumah rekannya berinisial PL untuk memuat beberapa karung dan plastik yang berisi daging sapi curian.

Setelah itu, Tim Resmob membekuk dan mengamankan mobil yang memuat daging sapi curian yang saat itu hendak dibawa oleh para pelaku untuk menjualnya ke Pasar Oeba.

Baca juga: Vaksinasi Drive Thru Jadi Pilihan Polda NTT, Ini Tujuannya

Berdasarkan keterangan pelaku YS alias J dan PL, sekitar pukul 06.00 wita, Tim Resmob kembali mengamankan oknum pengepul daging sapi berinisial KAN alias A yang setiap harinya berdagang daging sapi di Pasar Oeba, Kota Kupang.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto menjelaskan setelah mengamankan para pelaku pencurian ternak sapi, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa daging sapi, senjata tajam, ponsel dan timbangan daging.

"Penyidik mengamankam daging sapi hasil curian sebanyak 180 kilogram, parang dan pisau untuk memotong daging, ponsel milik para pelaku, serta timbangan daging untul mengukur jumlah daging yang hendak dijual kepada pengepul," ungkap Krisna.

Berdasarkan keterangan dari pelaku KAN alias A bahwa dirinya sebagai pengepul daging sapi, dirinya mengaku mendapatkan daging sapi dari pelaku PL dengan harga murah sebesar Rp 65 ribu per kilogram.

Baca juga: Tekan Harga Sembako di Masa Covid, Ditreskrimsus Polda NTT Razia Pasar di Kota Kupang

"Oknum pengepul A mengaku mendapatkan pasokan daging sapi dengan harga murah sebesar Rp 65 ribu sehingga dirinya mendapat keuntungan dari penjualan daging sesuai harga pasar," tambah Krisna.

Sementara itu, pelaku PL mengaku bahwa daging sapi itu hasil curian dari wilayah Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

"Pelaku PL mengaku telah mencuri dua ekor sapi milik warga di Desa Sumlili dan aksi pencuriannya dilakukan bersama beberapa saudara berinisial O, H, R, A dan N," bebernya.

Tim Resmob terus melakukan pengembangan kemudian berhasil mengamankan para terduga pencurian sapi masing-masing H, R, A, serta N di tempat kediaman masing-masing. (*)

Berita Polda NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved