Bansos 2021

Dinilai Tak Kapok, Ekonom ini Heran Pemerintah Masih Beri Bansos Sembako, Singgung Kasus Juliari

Dinilai tak Kapok, Ekonom ini heran Pemerintah masih beri Bansos Sembako, singgung Kasus Juliari

Editor: Adiana Ahmad
KOMPAS.COM
Ekonom, Faisal Basri. Dinilai Tak Kapok, Ekonom ini Heran Pemerintah Masih Beri Bansos Sembako, Singgung Kasus Juliari 

Dinilai Tak Kapok, Ekonom ini Heran Pemerintah Masih Beri Bansos Sembako, Singgung Kasus Juliari

POS-KUPANG.COM -Pemerintahan Jokowi dinilai tak kapok karena masih memberikan bantuan sosial ( Bansos ) dalam bentuk sembako.

Penilaian itu datang dari Ekonom senior, Faisal Basri.

Ekonon Senior ini heran pemerintah masih beri bansos sembako padahal sebelum bansos sembako pernah bermasalah.

Ia kemudian menyinggung kasus korupsi Bansos Kemensos yang melibatkan Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara.

Baca juga: Pilih Daftar Ruta DTKS di dtks.kemensos.go.id Untuk Cek Penerima Bansos Sembako Rp 200 Ribu

Menurut Faisal, pemberian bansos sembako tidak efektif dan justru membuat repot banyak pihak.

Faisal Basri menyebut, bantuan sembako rawan menjadi alat korupsi seperti yang sudah terjadi dalam kasus mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

"Kalau pakai barang, tambah lama tambah repot, dikorupsi, tercecer, 20 persen habis untuk logistik, jadi tidak utuh," kata Faisal, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Kamis (29/7/2021).

Faisal mengaku heran mengapa pemerintah yang tidak kapok memberi bantuan dalam bentuk paket sembako.

Padahal, kasus korupsi yang menjerat Juliari Batubara sudah menjadi contoh nyata yang patut dihindari.

Baca juga: Juliari P Batubara Diduga Menerima Fee Rp 8,2 Miliar Saat Pelaksanaan Bansos Sembako Periode Pertama

Ekonom Senior Indef Faisal Basri

Ekonom Senior Indef Faisal Basri (Yanuar Riezqi Yovanda)
Ia juga turut menyayangkan Juliari hanya divonis 11 tahun penjara.

"Kok gak kapok-kapok sih? Juliari itu sudah contoh kok, sudah dihukum."

"Tapi sayang hanya 11 tahun, harusnya hukuman mati atau seumur hidup," ujarnya.

Untuk itu, Faisal mengusulkan agar bantuan yang diberikan pemerintah cukup menggunakan satu sistem saja, yakni bantuan tunai.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved