Breaking News:

Berita NTT Lainnya

Inilah Alasan Mengapa Posyandu Tetap Harus Buka di Masa Pandemi!

Bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda, dunia sudah tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2—menghilangkan

Editor: Ferry Ndoen
DWP NTT untuk POS KUPANG.COM
Suasana di Posyandu Sesawi I Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Senin 14 Juni 2021. 

Inilah Alasan Mengapa Posyandu Tetap Harus Buka di Masa Pandemi!

Oleh: dr. Rachmat Willy, M.Kes. – Health Specialist WVI Zona NTT

Bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda, dunia sudah tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2—menghilangkan kelaparan dan segala bentuk kekurangan gizi pada tahun 2030.

Pandemi dan resesi ekonomi global terkait pandemi, merupakankemunduran parah bagi kemajuan yang sudah tidak mencukupi untuk memenuhi target gizi global yang
ditetapkan pada tahun 2025 untuk stunting, wasting, anemia ibu (biasa disebut dengan tiga beban malnutri) dan target menyusui. Kontraksi ekonomi terkait pandemi dan gangguan pada sistem pangandan kesehatan sekarang mengancam untuk memperburuk kekurangan gizi ibu dan anak di negara-
negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Indonesia adalah contoh utama dari “tiga beban malnutrisi” atau “beban rangkap tiga malnutrisi”
tersebut, bahkan sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Lebih dari 7 juta anak balita mengalami
stunting, Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi di dunia untuk stunting anak (Riskesdas,
2018).

Lebih dari 2 juta anak di bawah usia lima tahun menderita wasting parah (berat badan rendah
dibanding tinggi badannya), sementara 2 juta lainnya kelebihan berat badan atau obesitas. Hampir
separuh dari semua ibu hamil mengalami anemia karena makanan yang mereka konsumsi kekurangan
vitamin dan mineral (zat gizi mikro) yang dibutuhkan.

Tantangan Indonesia akibat beban rangkap tiga ini sangat kompleks dan kemungkinan akan diperburuk
oleh pandemi COVID-19. Malnutrisi pada anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai penyebab
(penyebab langsung, penyebab tidak langsung, dan pokok masalahnya). Tiga penyebab langsung yang
paling umum adalah: (i) pemberian ASI yang tidak memadai dan pola makan yang buruk, ditambah
dengan praktik perawatan yang kurang optimal; (ii) gizi dan perawatan yang tidak memadai untuk
wanita hamil dan ibu; dan (iii) tingginya tingkat penyakit menular, terutama karena lingkungan hidup
yang tidak sehat dan akses yang buruk ke layanan kesehatan (Unicef, 2018). Faktor-faktor ini semakin
diperparah oleh kemiskinan yang semakin meluas, pengangguran dan tingkat pendidikan yang rendah.

Lalu bagaimana dengan NTT? Provinsi ini mencatat angka penurunan jumlah stunting dari tahun ke
tahun sejak 2018 hingga 2020. Hanya memang kita harus menunggu survei semacam Riskesdas untuk
dapat melihat gambaran yang sebenarnya dari kinerja penurunan angka stunting ini. Apresiasi tetap
boleh diberikan walau tetap tidak boleh lengah melihat penurunan angka-angka ini. Kadangkala fokus
pada angka stunting justru melupakan angka-angka gangguan gizi akut yang justru banyak ditemui di
NTT yaitu wasting dan underweight.

Bagaimana cara kita mengetahui anak balita menderita underweight atau wasting? Tentu dengan
melihat hasil penimbangan rutin yang dilakukan. Tentu dengan mengukur tinggi badan dan
membandingkan dengan berat badan untuk mengetahui apakah anak itu wasting atau tidak. Dimana
semua pengukuran itu terjadi? Betul sekali! Di Posyandu.

Data dari BKKBN di bulan Juni 2021, jumlah posyandu yang tercatat di indonesia ada sebanyak 256,879
dan untuk posyandu yang buka selama Juni 2021 adalah 43.540 atau 22,17 persen dari jumlah posyandu
yang ada secara nasional. Artinya, masih sedikit sekali posyandu yang buka selama masa pandemi ini.
Dengan persentase itu  jumlah balita yang diukur berat badannya sebanyak 1.318.574 dan jumlah balita
yang diukur tinggi badannya sebanyak 1.236.557. Masih sangat jauh dari target balita yang seharusnya

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved