Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 23 Juli 2021: Kita dan Sabda

Injil hari ini berkisah tentang kita dan tiap respons yang kita terima untuk suatu hal yang masuk dalam hidup kita tentunya.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Hironimus Nitsae 

Renungan Harian Katolik, Jumat 23 Juli 2021: Kita dan Sabda (Injil Matius 13:18-23)

Oleh RD. Hironimus Nitsae

POS-KUPANG.COM - Tiap kita dengan kemampuan masing-masing. Ada yang mampu secara penuh menerima kabar dengan baik. Ada yang butuh waktu lebih. Ada yang harus tetap butuh orang lain untuk memberikan pemahaman berkelanjutan dan sebagainya.

Injil hari ini berkisah tentang kita dan tiap respons yang kita terima untuk suatu hal yang masuk dalam hidup kita tentunya.

Dalam konteks Injil, benih yang adalah sabda Allah ditabur dalam diri kita. Benih yang ditabur dalam diri kita tidak menggunakan sistem pilih kasih. Benih sabda Allah dihadirkan untuk semua tanpa terkecuali dengan tujuan untuk keselamatan.

Cara manusia (kita) dalam menanggapilah yang menjadi problem. Dengan kemampuan masing-masing entah karena kerendahan hati, entah karena kesombongan rohaniah, kita tetap menerima sabda Allah tetapi dengan efek berbeda. Tentu efek berbeda dikondisikan oleh hati kita yang variatif menerima sabda Allah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021, Pesta Maria Magdalena: Saksi Dunia

Kita kadang seperti jenis tanah di pinggir jalan, kita menerima sepintas tapi membiarkan sabda Allah diambil yang lain.

Kita kadang seperti jenis tanah bebatuan. Sabda Allah nyata tapi kita sendiri tidak menghayati untuk dijadikan mengakar dalam diri kita.

Kita kadang seperti jenis tanah yang penuh duri. Sabda Allah itu nyata tapi kita malah menyibukkan diri bahkan membiarkan diri didominasi dengan dan oleh beban hidup.

Tetapi kita diharapkan layaknya jenis tanah yang subur. Sabda Allah itu nyata dan tugas kita adalah menumbuh-kembangkannya dalam praktek hidup.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 Juli 2021, Pesta St. Maria Magdalena: Bukan Pendosa

Maka salah satu hal utama adalah membuka diri untuk menerima Tuhan dalam diri dan hidup dan biarkan karya Allah menjadi karya kita.

Semoga kita mampu menepis cara berpikir dan sikap egoistis kita untuk siap menjadi 'tanah yang subur' bagi kita sendiri dan bagi sesama. *

Renungan harian lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved