Breaking News:

Pemda Malaka

Pemda Malaka Akan Sentralkan Kawasan Pertanian , Ini Tujuannya

Mulai musim tanam mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka  akan menyentralkan kawasan pertanian di tiap kecamatan

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/PAUL BURIN
USAI DISKUSI - Bupati Malaka, Simon Nahak bersama pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, pemimpin perusahaan dan manajer tiga media, yakni Harian Pagi Pos Kupang, Harian Victory News dan Harian Timor Expres usai diskusi bersama di Depot Nelayan, Kupang, Kamis (22/7). 

Pemda Malaka Akan Sentralkan Kawasan Pertanian 

POS KUPANG.COM, KUPANG –  Mulai musim tanam mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka  akan menyentralkan kawasan pertanian di tiap kecamatan di kabupaten itu. Akan ada kecamatan yang fokus menanam pisang, ubi, kacang-kacangan, padi dan jagung.

“Inilah cara untuk membedakan satu kecamatan dengan kecamatan lain. Upaya kami untuk melakukan sentralisasi tanaman pertanian,” kata Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H, M.H, saat melakukan pertemuan khusus dengan tiga pengelola media, yakni Harian Pagi Pos Kupang, Timor Expres (Timex) dan Victory News di Depot Nelayan Kupang, Kamis (22/7) siang. 

Pertemuan itu dipandu oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malaka yang juga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Yohanes Klau, SIP, M.M. Hadir pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak, S.T. 

Lelaki kelahiran Desa Weoe, Malaka ini mengatakan, dengan  sentralisasi pertanian di tiap kecamatan merupakan  upaya untuk memberi brending pada kecamatan dan komoditi pertanian. Bahwa tiap kecamatan memiliki keunikan masing-masing di bidang pertanian.

Ketika masyarakat dari luar Malaka, misalnya ingin membeli pisang, ubi dan lainnya maka  akan dengan mudah diarahkan. Sebab era kini berbeda dengan  era sebelumnya. Era kini  perlu terus didorong untuk menciptakan kekhasan  masing-masing kecamatan atau wilayah. 

Tentu kata Bupati Simon, upaya sentralisasi tanaman di Malaka ini akan terus dievaluasi setiap tahun.  Jika ada persoalan atau kendala  akan dicari jalan keluar.  Dengan demikian program itu akan tetap berjalan dan membawa hasil yang maksimal bagi masyarkat.

Bupati Simon juga mengatakan bahwa Malaka yang punya potensi beras perlu diperkenalkan ke luar daerah. Kini, Pemkab tengah menggagas brand baru berupa Beras Nona Malaka. Setidaknya akan menjadi trademark baru  selain Beras Cap Nona Kupang yang sudah cukup terkenal itu.

“Kami punya obsesi bahwa Beras Nona Malaka akan menjadi pangsa pasar baru sekaligus mengenalkan daerah itu,” katanya.  Saat ini kata dia, Pemkab tengah melakukan berbagai persiapan untuk melaunching-nya. 
Ketika ide ini diluncurkan kata dia banyak pihak yang memertanyakannya. Pertanyaan seperti ini kata dia,  menjadi support  agar program ini dapat sukses. 

“Mereka bilang itu doktor hukum mau bekin apa dengan pertanian. Latar belakangnya bukan sarjana pertanian.  Saya mau bilang bahwa pendidikan di Indonesia itu serba formalitas. Tapi, kita punya pengalaman tidak untuk mengelola potensi-potensi daerah ini,” tegasnya.

Bagaimana supaya program ini dapat berjalan?
Bupati Simon mengatakan, ia bersama Kadis Pertanian  mendatangi Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI di Jakarta. Hasilnya, Pemkab mendapat bantuan  dana. Sebelum ia dan Kadis Pertanian tiba di Malaka, dana sebesar Rp 1,6 miliar ternyata sudah ditransfer oleh kementerian untuk mendorong kelompok tani milenial di Malaka. 

Pada kesempatan itu Bupati Simon juga menjelaskan banyak gebrakan yang suah dilakukan dan hendak dilakukan, namun masih terkendala  dengan pandemi Covid-19. Misalnya, temu budaya antara Malaka, Timor Leste, Australia dan Malaysia di Motamasin dengan menghadirkan pasar tradisional dua negara itu. Selain itu program yang sudah berjalan, yakni Kartu Malaka Cerdas berupa beasiswa kepada para mahasiswa, audit keuangan bagi 80-an kepala desa di Malaka. Hasilnya, banyak dana yang diselewengkan telah dikembalikan, rencana membangun alun-alun Kota Betun dan pusat pemerintahan yang representatif.

Pemimpin Redaksi  Harian Pagi Pos Kupang, Hasyim Ashari; Wakil Pemimpin Umum Victory News, Stevi Johannes dan Pemred Timex,  Kristo Embu memberi apresiasi yang tinggi atas gebrakan pembangunan yang dilakukan oleh Bupati Simon.  (pol)
   

USAI DISKUSI - Bupati Malaka, Simon Nahak bersama pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, pemimpin perusahaan dan  manajer tiga media, yakni Harian Pagi Pos Kupang, Harian Victory News dan  Harian Timor Expres usai diskusi bersama di  Depot Nelayan, Kupang, Kamis (22/7).
USAI DISKUSI - Bupati Malaka, Simon Nahak bersama pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, pemimpin perusahaan dan manajer tiga media, yakni Harian Pagi Pos Kupang, Harian Victory News dan Harian Timor Expres usai diskusi bersama di Depot Nelayan, Kupang, Kamis (22/7). (POS KUPANG/PAUL BURIN)

 
Berita Malaka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved