Breaking News:

Berita Belu

Tim Penyidik PPNS Bea Cukai Serahkan Barang Bukti ke Kejari Atambua

Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai  (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Atambua, Provinsi Nusa Tenggara

Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
Istimewa
TERSANGKA -  Penyerahan tersangka dan barang bukti  kepada JPU Kejari Atambua, Senin, 19 Juli 2021. 

Tim Penyidik PPNS Bea Cukai Serahkan Barang Bukti ke Kejari Atambua

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA-  Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai  (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan  tersangka GML dan GBM serta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, Senin. 19 Juli 2021. Sebelumnya, berkas penyidikan dua tersangka ini dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa.

Dalam rilis yang diterima dari Kepala Seksi Penindakan  dan Penyidikan KPPBC Atambua,  Wilfridus Wila Kuji, Rabu, 21 Juli 2021, menyebutkan bahwa kasus ini berawal  dari penindakan  yang dilakukan oleh Satuan Polisi  Perairan dan Udara Kepolisian Daerah NTT  di Perairan Motaian pada tanggal 27 April 2021. 

Wilfrid mengatakan, dua tersangka, yakni  GML dan TBM membawa barang berupa rokok sebanyak 182.000 batang dan satu unit  sepeda menggunakan  perahu tengah menuju  ke wilayah Negara Timor Leste. Mereka kemudian ditangkap.

Baik tersangka dan barang bukti kata Wilfrid,  selanjutnya dilimpahkan ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Atambua untuk dilidik  sesuai Undang-undang (UU)  Nomor 10 Tahun 1995  tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan  UU Nomor 17 Tahun 2006.

Wilfrid mengatakan, sesuai dengan penyidikan, keduanya diduga telah melanggar pasal  102 A huruf a, yaitu melakukan tindak pidana di bidang kepabeanan, yaitu mengangkut barang eksport  tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean sebagaimana  dimaksud dalam pasal  9A ayat (1). Ancamannya, yakni pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal 10 tahun. Pun  pidana denda minimal  Rp 50 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

Dengan penyerahan  tersangka  dan barang bukti ini,  maka selanjutnya dua tersangka  dan barang bukti  menjadi tanggung jawab  dari penuntut umum. Wilfridus menyampaikan apresiasi kepada Satuan Polisi Perairan dan Udara Polda NTT dan Kejari Atambua atas dukungan dan kerja sama selama ini. (*/pol)

Berita belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved