Berita Kota Kupang
Bedah Rumah HUT Paroki TDM Kupang, Panitia : Gereja Harus Hadir Membawa Kebahagiaan Bagi Umat
panitia bersama seluruh umat bersepakat untuk menggelar bedah rumah bagi umat yang hidup dalam kondisi terbatas di wilayah itu.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Bedah Rumah HUT Paroki TDM, Panitia : Gereja Harus Hadir Membawa Kebahagiaan Bagi Umat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Peringatan Hari Ulang Tahun Paroki Santo Petrus Rasul, Tuak Daun Merah (TDM) Keuskupan Agung Kupang tahun 2021 diisi dan dimaknai dengan berbagai kegiatan sosial dan kegiatan karitatif.
Panitia HUT ke-2 Paroki Santo Petrus Rasul TDM menginisiasi program dan kegiatan peringatan ulang tahun dengan tetap memperhatikan situasi pandemi Covid-19 di wilayah mereka.
Selain menyelenggarakan bakti sosial terbatas yang berlangsung serentak di seluruh lingkungan serta pembagian pakaian laik pakai, panitia juga melaksanakan program bedah rumah umat.
Ketua Panitia, Frans Tola mengatakan, panitia bersama seluruh umat bersepakat untuk menggelar bedah rumah bagi umat yang hidup dalam kondisi terbatas di wilayah itu.
Baca juga: PHBI Kota Kupang Akan Salurkan Daging Kurban ke Masyarakat Langsung di Rumah
"Situasi pandemi kita berusaha menghindari kerumunan, menghimpun umat secara terbatas untuk melaksanakan agenda penting untuk umat," ujar Frans Tola, Minggu 18 Juli 2021.
Panitia, kata dia, berdasarkan masukan dari seluruh pengurus wilayah dan pengurus Komunitas Umat Basis (KUB) menyepakati melakukan bedah rumah bagi 3 keluarga di paroki itu.
Rumah yang menjadi sasaran bedah rumah, kata dia, dalam kondisi memprihatinkan, termasuk rusak akibat bencana siklon seroja.
"Ini rumah rumah keluarga yang secara ekonomi sama sekali sangat terbatas. Kita pertimbangkan, kalau tidak bantu maka sulit membayangkan sampai kapan rumah yang mereka tinggali akan lebih layak," ujar Frans saat kegiatan bedah rumah milik Opa Matheus Rebu.
Frans yang memimpin pekerjaan bedah rumah bersama panitia, umat KUB Maria Bunda Yesus Wilayah 7 serta beberapa keluarga Opa Matheus Rebu, pemilik rumah pun menyebut, rumah tersebut merupakan rumah ketiga yang dibedah oleh panitia.
Baca juga: Begini Data Covid-19 di Kota Kupang, Nyaris Tembus 1000 Kasus
Sebelumnya, panitia telah merampungkan dua rumah lainnya, yakni rumah milik keluarga Domi Messakh, umat KUB Bunda Penebus di Wilayah II dan rumah keluarga Kristina Ndai, seorang janda yang merupakan umat wilayah VI.
Pembiayaan kegiatan bedah rumah, dijelaskan Frans, bersumber dari kontribusi panitia, kontribusi DPP Paroki serta bantuan dari 28 KUB di Paroki itu. Masing masing KUB, memberi donasi sebesar Rp 500 ribu, kecuali 3 KUB di Wilayah VI yang memberi donasi masing masing Rp 1 juta.
Ia menyebut, pengeluaran untuk bedah rumah berkisar Rp 10 juta dengan pekerjaan yang dilaksanakan secara gotong royong.
"Pengeluaran untuk bedah rumah ini, karena gotong royong maka nilainya tidak terlalu banyak, rata rata Rp 10 juta," urai Frans yang didampingi Ketua Seksi perlengkapan Petrus File.
Baca juga: Satgas Covid-19 Kabupaten TTU Kembali Semprot Desinfektan Semua Fasilitas Umum di Kota Kefamenanu