Berita Malaka
Enam Kecamatan Dijadikan Gudang Pasokan Beras Produk Nona Malaka
mengelola lahan sawah dengan menanam padi seperti Malaka Barat, Wewiku, Weliman, Malaka Tengah, Kobalima dan Kobalima Timur
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Enam Kecamatan Dijadikan Gudang Pasokan Beras Produk Nona Malaka
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong
POS-KUPANG.COM I BETUN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dibawa kepemimpinan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dan Wabup, Kim Taolin telah mengemas program salah satunya Swasembada Pangan.
Kedua pemimpin ini berkomitmen untuk meluncurkan produk beras hasil usaha petani Malaka yang diberi brand Produk Beras Nona Malaka.
Untuk mendukung rencana ini maka 6 kecamatan dijadikan gudang pasokan beras produk Nona Malaka. Kecamatan dimaksud adalah Malaka Barat, Wewiku, Weliman, Malaka Tengah, Kobalima dan Kobalima Timur.
Bupati Malaka, Simon Nahak kepada Wartawan di Betun, Ibu kota Malaka pekan lalu menjelaskan, potensi lokal di Kabupaten Malaka cukup banyak.
Baca juga: Berpotensi Menyebarkan Covid-19, Polres Kabupaten Malaka Bubarkan Antrean Warga di SPBU
Persoalannya adalah belum ada keberanian untuk mengelola dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Dirinya mencontohkan, lahan pertanian khusus areal persawahan cukup luas.
Ada enam kecamatan selama ini telah mengelola lahan sawah dengan menanam padi seperti Malaka Barat, Wewiku, Weliman, Malaka Tengah, Kobalima dan Kobalima Timur.
"Makanya dalam kampanye kami pada Pilkada lalu bahwa kami akan luncurkan produk pertanian dari Malaka berupa beras Nona Malaka. Saya sudah sampaikan ide ini di kementrian dan justru disambut positif," kata Simon.
Baca juga: UPT Penda NTT Wilayah Kabupaten Malaka Gencar Sosialisasi Tax Amnesty
Pemerintahannya akan mendorong petani untuk mengelola sawah yang sudah ada dengan menanam padi sebanyak mungkin.
Soal varietas unggulan yang akan ditanam tentu perlu dilakukan kajian bersama dengan BPTP Naibonat.
Intinya pemerintah harus berani menciptakan inovasi dengan memanfaatkan potensi daerah yang tersedia.
"Kita dorong petani milenial juga kelompok tani untuk mengelola pptensi dengan baik. Kenapa ada beras Nona Kupang, Beras Sulawesi dan kita yang punya potensi tidak bisa luncurkan produk beras Nona Malaka. Baru-baru kita gelontorkan dana Rp 1, 4 Miliar ke petani milenial dan poktan termasuk 2 mesin produksi untuk beras Nona Malaka," kata Simon.
Baca juga: Dewan Salut Polres Malaka Tertibkan Prokes di SPBU Tapi Perlu Ada Pertimbangan Kemanusiaan
Untuk diketahui, terkait dengan program SAKTI dari bupati dan wabup Malaka, telah dibahas khusus di Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2021-2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-malaka-simon-nahak-saat-memberikan-bantuan-dana.jpg)