Berita Rote Ndao
Dosen IPB Meninggal Dunia Saat Bertugas di Rote Ndao NTT, Diduga Terpapar Covid-19
Dosen IPB Meninggal Dunia Saat Bertugas di Rote Ndao NTT, Diduga Terpapar Covid-19. Kita semua ajak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Dosen IPB Meninggal Dunia Saat Bertugas di Rote Ndao NTT, Diduga Terpapar Covid-19
POS-KUPANG.COM – Covid-19 dapat menyerang siapa saja.
Penyakit ini tidak memandang jabatan, suku, agama dan ras.
Siapa saja bisa terpapar jika tidak menaati protocol kesehatan dengan baik.
Kabar terbaru datang dari Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga: UPDATE Corona Indonesia 18 Juli 2021:Tambah 44.721 Kasus Baru,Kasus Covid-19 Tembus 2.877.476 pasien
Seorang dosen Institusi Pertanian Bogor (IPB) meninggal dunia di Rote Ndao.
Diketahui, dosen tersebut berinisial L (49) meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.
Dia meninggal setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baa, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 18 Juli 2021 pagi.
"Beliau (L) meninggal sekitar pukul 04.00 dini hari tadi," ujar Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek, saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam.
Setelah meninggal lanjut Stefanus, jenazah L, kemudian dimakamkan di tempat pemakaman khusus Covid-19, di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.
L diketahui merupakan dosen IPB yang tinggal di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Baca juga: Cegah Peredaran Narkotika, BNNK Rote Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi Dengan Stakeholders
Dia datang ke Kabupaten Rote Ndao, dalam rangka tugas bersama mitra Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pada 24 Juni 2021, ketika hendak kembali ke Bogor, L melakukan pemeriksaan dengan rapid test antigen dan terkonfirmasi positif Covid-19.
L lalu dirawat di tempat karantina terpusat di Rusun Nee.
Selanjutnya, pada 8 Juli 2021, kondisinya menurun, sehingga dibawa ke RSUD Baa dan dirawat di ruang isolasi khusus pasien Covid-19 bangsal dewasa.
Setelah menjalani perawatan medis, L akhirnya meninggal tadi pagi.
"Jenazah tadi dimakamkan sekitar pukul 11.30 Wita," ujar Stefanus.
Kasus Bertambah
Jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.
Meskipun jumlah pasien sembuh juga bertambah.
Baca juga: 8 Fakta Cinta Segitiga Berujung Maut di Pulau Rote, Nomor 3 Bikin Dada Sesak
Hanya saja bertambahnya pasien sembuh tak sebanding dengan peningkatan jumlah kasus positif corona.
Berdasarkan data dari laman Covid19.go.id pada hari ini, Minggu 18 Juli 2021 pukul 16.51 WIB, ada tambahan 44.721 Kasus Baru.
Dengan demikian total kasus positif covid-19 di Indonesia hingga hari ini tembus 2.877.476 pasien
Sementara data per Sabtu (17/7/2021), total pasien positif Covid-19 sebanyak 2.832.755 orang.
Sedangkan pasien sembuh di seluruh Indonesia per hari ini mencapai 2.261.658
Pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh, yakni 2.232.394 orang.
Ada penambahan pasien sembuh sebanyak 29.264 orang.
Kemudian, total ada 73.582 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga hari ini.
Sementara itu, data kemarin total sebanyak 72.489 orang meninggal dunia.
Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir sebanyak 1.093 orang.
Baca juga: Dugaan Pembunuhan di Kabupaten Rote Ndao, Istri Pelaku Tiduri Korban, Cinta Segitiga Berujung Maut
Prosedur Isolasi Mandiri di Rumah
Berikut prosedur isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19, yang Tribunnews.com kutip dari laman Covid19.go.id:
Persiapan Isolasi Mandiri
1. Menyiapkan stok obat-obatan dasar seperti vitamin C, D, ZN (zinc) atau jenis obat-obatan lain sesuai anjuran dokter.
2. Mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar seperti thermometer atau alat pengukur suhu badan dan oxymeter yang mengukur saturasi oksigen.
3. Mempersiapkan masker dan cairan disinfektan yang dapat terbuat dari air dengan sabun atau deterjen maupun cairan disinfektan dalam jumlah yang cukup.
4. Mempersiapkan ruangan terpisah yang tidak terakses oleh anggota keluarga lainnya.
5. Mempersiapkan daftar kontak orang terdekat dan terpercaya maupun hotline penting untuk kebutuhan darurat.
Saat Isolasi Mandiri
1. Menerapkan pola hidup bersih yang sehat dengan berolahraga 3-5 kali seminggu, makan makanan gizi seimbang, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
2. Pengelolaan sampah dan limbah harian harus dilakukan dengan hati-hati oleh pendamping, minimal yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Lalu, barang habis pakai setelah digunakan harus disimpan dalam wadah tertutup.
Sedangkan, barang tidak habis pakai harus dibersihkan terpisah dengan barang yang digunakan oleh anggota keluarga lainnya.
3. Melakukan disinfeksi rutin khususnya kepada alat rumah tangga yang sering disentuh contohnya gagang pintu, kran, toilet, wastafel, saklar, meja atau kursi.
Baca juga: KPP NTT Rote Ndao Lakukan Aksi Sosial di Desa Holulai
4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapat sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik secara rutin dengan membuka jendela kamar.
5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas maupun saturasi oksigen perharinya dengan alat kesehatan yang dimiliki.
Untuk memudahkan proses pencatatanan yang akurat oleh petugas Puskesmas yang mengawasinya.
6. Pastikan isolasi mandiri 10 hari untuk kasus tanpa gejala dan 10 hari dengan kasus gejala ringan dengan tambahan 3 hari dalam keadaan tanpa gejala.
7. Jika terjadi perburukan kondisi, yang umumnya disertai gejala demam, batuk, sesak nafas cepat, dengan frekuensi lebih dari 30 kali permenit maka segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat.
8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat.
Menggunakan ambulans milik pemerintah setempat dengan petugas yang memiliki APD lengkap.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Diduga Tertular Covid-19 Saat Tugas ke NTT, Dosen IPB Meninggal Dunia