Kamis, 7 Mei 2026

Kepala UPTD PMI NTT Akui Stok Darah Masih Aman, Begini Penjelasannya

Persediaan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) NTT unit transfusi darah sejauh ini masih aman dan bisa bertahan

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
Keterangan foto: Irfan Hoi/
Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK 

Kepala UPTD PMI NTT Akui Stok Darah Masih Aman

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Persediaan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) NTT unit transfusi darah sejauh ini masih aman dan bisa bertahan empat hari kedepan. Walau demikian, stok ini akan selalu tersedia jika pendonor yang datang secara suka rela mau melakukan donor tanpa dicari pihak keluarga pasien atau PMI.

Informasi ini diungkapkan, Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK, mengatakan, prinsip yang diterapkan oleh pihaknya yakni stok darah harus tersedia selama empat hari kedepan selama massa pandemi dari sebelumnya menggunakan pola persediaan satu bulan.

"Kita kan sistem ada yang pengganti dan suka rela, kalau di massa pandemi ini kita harap kita tidak ada stok ya kita dengan pengganti karena kita juga kesulitan di massa pandemi ini," katanya, Jumat 16 Juli 2021 kepada Pos Kupang.

Samson mengaku tiap hari 50-60 orang datang untuk mendonorkan darahnya, namun kebanyakan masyarakat menurutnya merupakan pengganti atau pendonor yang datang karena permintaan keluarga pasien. 

Di massa pandemi, kata Samson, kebutuhan darah hanya 1.600 kantong bila dibanding dengan kebutuhan sebelum massa pandemi yakni sebanyak 2000 kantong sehingga dalam sehari kebutuhan darah berkisar 50-52 kantong darah yang dibutuhkan.

Biasanya terjadinya kekurangan darah disebabkan pada permintaan trombosit yang diberikan kepada pasien demam berdarah ataupun mengalami pendarahaan, apalagi bagi pasien dengan golongan darah langka seperti AB.

"Permintaan trombosit ini kan butuhkan darah yang baru diambil di bawah 5 atau 6 jam dan merupakan darah segar. Kalau orang golongan AB pendarahaan, kan susah itu lebih dari dua Minggu juga kita belum dapat," jelasnya.

Untuk itu, dengan adanya mesin yang telah disiapkan, menurutnya bisa membantu pasien jika ada masyarakat yang datang suka rela mendonorkan darahnya sehingga kelangkaan darah itu bisa teratasi sewaktu-waktu dalam massa krisis.

Sebelumnya, PMI juga menyebut stok plasma darah di pihaknya masih mencukupi untuk beberapa hari kedepan. Perhari biasanya permintaan mencapai  6 hingga 12 kantong, sehingga PMI wajib memiliki stok yang bisa membantu pasien saat kritis.

Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK, kepada Pos Kupang, Jumat 16 Juli 2021 mengatakan, pemberian plasma jika diberikan pada saat sebelum masa kritis, maka kemungkinan tertolongnya pasien angka sangat tinggi namun jika plasma baru diberikan pada saat kritis maka konsekuensi terberat harus ditanggung akibat hal ini.

"Lebih bagus kami punya stok di PMI, supaya waktu-waktu begitu kami tidak ketinggalan langsung bantu," katanya.

Samson menyebut persoalaan saat ini akibat masih dicarinya pendonor sehingga menyebabkan keterlambatan pemberian plasma. Untuk itu, dia meminta para penyintas bisa membantu mendonorkan plasma darahnya agar bisa menjadi stok dan cadangan yang digunakan dalam massa kritis.

Hingga Jumat 16 Juli 2021, stok plasma darah di PMI tercatat pasien yang sedang mengantre untuk mendapat plasma darah sebanyak enam orang dengan rincian golongan B dua orang dan O empat orang. Sedangkan stok plasma darah yang ada yakni golongan plasma darah A ada tiga kantong,  B ada 12 kantong, O ada 8 kantong dan AB 6 kantong, totalnya 29 kantong.

Untuk mendonorkan plasma darah, Samson mengaku bisa dilakukan di kantor PMI NTT dan rumah sakit Prof Johannes Kupang dengan menggunakan mesin. Dijelasakanya, dengan menggunakan mesin maka satu orang pendonor dapat memberi 3 kantong yang setara dengan satu hingga dua pasien.

"Alat ada dua, satu di PMI dan dan RS Johannes. Kalau kita pake alat, satu orang bisa dapat tiga kantong, kalau keburyan pasien itu biasa satu kali dua ratus CC," ungkapnya.

Persoalan lainnya juga diketahui ketika pihak keluarga yang mencari pendonor dan terjadinya klaim keluarga yang mengharuskan pendonor hanya bisa memberikan plasmanya kepada keluaraga atau pasien keluarga, sementara PMI juga membutuhkan stok yang bisa membantu orang lain.

Dia juga mengaku PMI cukup kesulitan mendapat plasma darah golongan AB, pasalnya jumlah orang dengan golongan tersebut sangat sedikit. Sehingga kalau pun ada penyintas yang suka rela mendonorkan plasmanya, Samson menyebut akan sangat membantu PMI dan pasien.

Agar bisa mendonorkan plasma, pasien akan diperiksa antibodinya, telah dinyatakan sembuh dari Covid-19,  dan dinyatakab sehat sebelum dilakukan pendonoran. Pasien yang telah memenuhi syaratnya, akan bisa dilakukan pendonoran.

Jika pendonoran dilakukan dengan mesin, pemberi donor akan bisa melakukan donor tiap dua Minggu sekali, namun jika proses pendonoran dilakukan secara konvensional maka hanya bisa dilakukan tiap tiga bulan.

Samson kembali mengajak para penyintas untuk membantu PMI dan pasien Covid-19 dengan melakukan donor plasma darah yang bisa digunakan membantu pasien dalam keadaaan genting. Plasma darah akan bisa bertahan dalam suhu dan bisa digunakan hingga setahun kedepan.

"Secara sukarela ya, jangan tunggu ada yang cari dan nanti memfokuskan pada orang-orang tertentu. Datang saja kalau kita periksa jumlah antibodinya cukup  kita ambil dan simpan, kita punya peralatan simpan," pungkasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK
Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK (Keterangan foto: Irfan Hoi/)

Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved