Bocah Ini Menangis Di Kaki Ibunya, Saat Ditangkap Polisi Gegara Terlibat Kerusuhan Bela Rizieq Sihab
Bocah ini menangis sejadi-jadinya di bawah kaki ibu, lantaran ditangkap polisi karena ikut dalam aksi anarkis di Tasikmalaya.
POS-KUPANG.COM, TASIKMALAYA – Bocah ini menangis sejadi-jadinya di bawah kaki ibu, lantaran ditangkap polisi karena ikut dalam aksi anarkis di Tasikmalaya.
Bocah tersebut dicokok saat terlibat dalam aksi unjukrasa membela Rizieq Shihab yang kini sedang diproseshukumkan.
Bocah berinisial T itu kini berusia 12 tahun. Ia ditangkap bersama 30 orang lainnya karena diduga sebagai perusuh saat demo.
Aksi unjukrasa yang berujung pada kerusuhan itu berlangsung di Kejaksaan Negeri Singaparna, Tasikmalaya, Senin 12 Juli 2021.
Baca juga: Divonis Empat Tahun Penjara Rizieq Shibab Resmi Ajukan Banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur
Di hadapan ibunya saat dijemput polisi, bocah itu tak kuasa menahan air mata.
Ia pun menjatuhkan dirinya ke lantai dan persis di kaki ibunya, anak ini menangis sesenggukan.
Dari situlah terungkap fakta sesungguhnya bahwa pagi itu bocah tersebut pamit pada ibunya untuk mengaji.
Namun entah setan mana yang merasukinya, bocah tersebut bukannya ikut mengaji melainkan terlibat dalam unjukrasa yang berujung anarkis tersebut.
Baca juga: Sandingkan Habib Rizieq Shihab dan Jaksa Pinangki, Fahri Hamzah Singgung Pasal Buat Onar, Fadli Zon?
Dalam kejadian tersebut, sejumlah kendaraan operasional Polres Tasikmalaya dirusaki.
Selain itu, Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna dilempari batu dan seorang polisi mengalami luka di bagian tangan.
Lantaran mendapat serangan dari para peserta aksi unjukrasa, aparat keamanan pun mengambil tindakan tegas.
Sebanyak 31 orang peserta unjukrasa diamankan kepolisian dan sampai sekarang masih menjalani pemeriksaan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya.
Baca juga: Siapa Sosok Pria Pembawa Senjata Tajam di Vonis Habib Rizieq Shihab? 200 Simpatisan Sempat Ditangkap
Mendapat cerita tentang aksi unjukrasa dan anaknya menjadi salah satu pelaku perusakan tersebut, Kokom, ibunda sang bocah itu pun terkejut.
“Anak saya ini pamit untuk pergi mengaji dan sempat meminta uang Rp 2000 untuk jajan,” tutur ibu Kokom.
Namun, katanya, ia kaget saat dengar kabar bahwa anaknya ditangkap itu dan sedang diproses di kantor polisi.