Jumat, 10 April 2026

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lembata Terus Dilakukan

Sejak Jumat, 10 Juli 2021, Pemda Lembata melakukan vaksin Covid-19  kepada 1700 orang di sembilan kecamatan. Namun lebih diprioritaskan untuk kec

Editor: Ferry Ndoen
Foto/Ricko Wawo/
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mathias AK Beyeng 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Sejak Jumat, 10 Juli 2021, Pemda Lembata melakukan vaksin Covid-19  kepada 1700 orang di sembilan kecamatan. Namun lebih diprioritaskan untuk kecamatan Nubatukan karena  jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sangat tinggi dibandingkan dengan delapan kecamatan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng saat memantau pelaksanaan vaksin kedua terhadap 1600 orang di Puskesmas Pada Lewoleba menjelaskan, saat masih ada 1700 dosis vaksin. Ia menjelaskan pelaksanaan vaksinasi untuk 1700 dosis tersebut, mulai dilaksanakan Jumat (10/7/2021). 

Ia mengatakan pengalokasian 1700 dosis vaksin Covid-19 untuk 9 kecamatan di Kabupaten Lembata berbeda-beda dengan mempertimbangkan kasus Covid-19 baik dari sisi jumlah kasus positif maupun kasus yang masih aktif.

Untuk Kecamatan Nubatukan jumlah vaksin 800 dosis dan 8 kecamatan lainnya 900 dosis. Untuk pelaksanaan kegiatan vaksin di Kecamatan Nubatukan ada lima titik yakni Bandara Wunopito, Kantor Camat Nubatukan, Kelurahan Lewoleba Barat, Kelurahan Lewoleba Tengah dan Kelurahan Lewoleba Timur.

Baca juga: Update Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat  1.102 Pasien Positif Jalani Isolasi

Mathias Beyeng mengatakan karena vaksinnya terbatas maka setiap titik hanya dapat 130 dosis vaksin. Ia mengatakan, untuk vaksin kali ini diprioritaskan kepada pelayan publik terutama pelaku pasar, kios dan toko, lansia dan anak-anak.

Pasien Covid-19 di Lembata Meninggal Lagi

Kabupaten Lembata, lagi lagi berduka karena Covid-19. Almarhum Stanislaus Todo Wadan (76 tahun) meninggal dunia akibat Covid-19. Almarhum Stanis Wadan, asal Puor Kecamatan Wulandoni yang meninggal dunia di RSUD Lewoleba, Sabtu (10/7/2021) merupakan pasien yang ke-19 di Kabupaten Lembata yang meninggal dunia akibat Covid -19.

Almarhum, Stanis Wadan, mengalami sakit, sehingga Senin (5/7/2021) anak sulungnya, Pater Karel Wadan selama ini bertugas sebagai misioner di Afrika dan saat ini lagi cuti, mengantar ayahnya ke Lewoleba untuk berobat. 

Pater Karel bersama keluarga mengatakannya ayahnya ke RS Bukit Lewoleba dan berdasarkan hasil rapid test di RSUD Bukit almarhum reaktif Covid -19.

Almarhum diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia melakukan isolasi mandiri, di rumah anak perempuannya di Lewoleba. Beberapa hari almarhum isolasi mandiri di rumah, namun tiba tiba kondisinya drop, sehingga Sabtu (10/7/2021) pagi Pater Karel mengantar ayahnya ke RS Damian.

Di Rumah Sakit Damian Lewoleba, almarhum sempat dirawat selama beberapa jam, kemudian di rujuk ke RSUD Lewoleba.  Direktur RSUD Lewoleba, Bernad Yoseph Beda melalui telepon kepada media ini mengatakan, almarhum merupakan pasien rujukan dari RS Damian.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil Rapid test antigen almarhum terkonfirmasi positif Covid-19. Selain Covid -19 almarhum menderita penyakit  pneumonia.

Almarhum meninggal dunia di RSUD Lewoleba,  pukul 18.10 Wita dan dikuburkan dengan tata cara protokol kesehatan Covid-19 di Perkuburan Bluwa,  Minggu dini hari sekitar  pukul 01.00 WIta. *)

Berita Lembata Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved