Begini Penjelasan Kadis Pendidikan TTS Terkait KBM Tahun Ajaran 2021/2022
skema untuk sekolah yang berada di wilayah kecamatan zona hijau maka KBM akan berlangsung secara tatap muka
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Begini Penjelasan Kadis Pendidikan TTS Terkait KBM Tahun Ajaran 2021/2022
Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM, SOE - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Dominggus Banunaek belum bisa memastikan apakah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2021/2022 akan berlangsungsecara tatap muka.
Hal ini tak lepas dari peningkatan kasus Covid 19.
" Memang sesuai ajaran pak menteri pendidikan tahun ajaran baru ini kita mulai KBM secara tatap muka, tapi saat ini kasus Covid 19 kembali meningkat. Kita akan berkonsultasi dengan tim gugus tugas dan Bupati sebelum menentukan apakah berlangsung secara tatap muka atau tidak," ungkap Banunaek.
Pihak Dinas lanjut Banunaek menyiapkan skema untuk sekolah yang berada di wilayah kecamatan zona hijau maka KBM akan berlangsung secara tatap muka.
Tapi untuk kecamatan yang masuk zona merah (terdapat kasus terkonfirmasi Covid-19) maka KBM dilakukan secara online.
Baca juga: Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten TTS Pending Pelaksanaan Operasi Pasar Murah, Ini Alasannya
"Kita sudah siapkan skema-nya tapi harus tetap mendapatkan ijin dari tim gugus tugas kabupaten," ujarnya.
Diakuinya, banyak orang tua dan peserta didik yang sudah jenuh dengan proses KBM yang berlangsung secara online maupun during.
Pasalnya sudah hampir 2 tahun KBM tidak dilakukan secara tatap muka karena adanya Pandemi Virus Corona.
"Orang tua dan peserta didik juga sudah jenuh dengan proses KBM yang tidak dilakukan secara tatap muka. Kita juga maunya KBM tatap muka, tapi mengingat angka kasus Covid yang meningkat, kita tetap harus utamakan keselamatan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi IV DPRD TTS, Kamis 25 Maret 2021 melakukan monitoring pelaksanaan belajar dari rumah dan persiapan ujian akhir sekolah.
Baca juga: YPKM dan Kasogi Bangun Sumur Bor Untuk Warga Pusu Kabupaten TTS
Dipimpin Ketua Komisi IV, Marthen Tualaka, Sekertaris Komisi, Habel Hotti, Anggota Komisi, Roby Faot, Mariana Lakapu, Yupic Boimau, Deksi Letuna dan Jason Benu, komisi IV mendatangi SD Inpres Sekip, SMPK Sint Vianney Soe, SMP Negeri 2 Soe dan SD Inpres Taubneno.
Di SD Inpres Sekip, Komisi IV diterima langsung oleh Kepala SD Inpres Sekip, Erny Johana Kause.
Kepada komisi IV Erny menjelaskan, sudah satu tahun proses KBM berlangsung dengan sistem belajar dari rumah (BDR).
Dirinya mengakui, untuk siswa SD khususnya kelas 1, proses belajar dari rumah kurang efektif karena para siswa membutuhkan pendamping dari para guru. (*)