Abraham Liyanto : Kemajemukan Sebagai Keunggulan Indonesia
Meski berbeda-beda atas suku, agama dan ras, Indonesia bisa hidup rukun, harmonis dan saling menghormati.
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
Abraham Liyanto : Kemajemukan Sebagai Keunggulan Indonesia
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Paul Burin
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Anggota Komite I DPD RI, Abraham Liyanto meminta semua pihak agar merawat dan menjaga kemajemukan yang ada di negara ini.
Pasalnya, kemajemukan adalah keunggulan sekaligus keunikan bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia.
“Kita harus merawat kemajemukan yang ada. Mungkin hanya Indonesia yang terdiri atas ribuan suku, bahasa, budaya daerah yang berbeda-beda, tetapi tetap bersatu,” kata Abraham di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 9 Juli 2021.
Ia menilai, kemajemukan yang ada di negara ini sebagai anugerah yang indah dari Tuhan.
Baca juga: Tim Polres SBD Datangi Pengusaha : Siapkan Air Cuci Tangan dan Gunakan Masker
Kemajemukan tersebut harus disyukuri, diterima dan dijaga karena merupakan ciptaan Tuhan.
“Hidup dalam kemajemukan itu sangat mulia. Kita jangan mengingkari ciptaan Tuhan. Mari kita hidup berdampingan dengan latar belakang apapun,” ujar senator asal Provinsi NTT ini.
Dia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut Indonesia terdiri atas lebih dari 17.500 pulau, 1.360 suku, dan lebih dari 700 bahasa daerah.
Kemudian, penduduk Indonesia mencapai 267 juta orang dengan 235 juta di antaranya adalah umat muslim.
Baca juga: Proyek Jembatan Maudolung Kabupaten Sumba Timur Sudah 65 Persen
Meski berbeda-beda atas suku, agama dan ras, Indonesia bisa hidup rukun, harmonis dan saling menghormati.
“Ini keunikan kita. Bangsa lain merasa heran dengan kenyataan ini. Inilah kebanggan kita,” tutur Abraham.
Senator tiga periode ini mengingatkan, para pendiri bangsa sudah bersusah payah melahirkan negara ini.
Mereka harus mengorbankan jiwa untuk melahirkan bangsa ini.
Baca juga: RSUD Kefamenanu TTU Tambah 14 Tempat Tidur di Ruang Isolasi
Sebagai generasi penerus, setiap lapisan masyarakat yang hidup di era sekarang, harus bisa memertahankan keutuhan bangsa ini dengan berbagai keunikan yang ada sejak berdiri.
Dia menyayangkan masih ada sebagian masyarakat yang memertentangkan perbedaan suku, agama, dan ras (SARA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-kadin-ntt-abraham-paul-liyanto_20170802_085223.jpg)