BPJN NTT Bergerak Cepat Tangani Jalan Longsor di Rindi Kabupaten Sumba Timur
penanganan longsor sepanjang 170 meter itu menggunakan Bore Pile (tiang bor) sebanyak 72 titik dengan kedalaman tiap titik 20 meter
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
BPJN NTT Bergerak Cepat Tangani Jalan Longsor di Rindi,Sumba Timur
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM,WAINGAPU--Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Satker PJNW I Provinsi NTT, PPK 1.5 Provinsi NTT bergerak cepat menangani jalan di Rende, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur (Melolo-Baing) yang mengalami longsor.
Longsor ini terjadi akibat hujan yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan PPK 1.5 Provinsi NTT di Sumba Timur, Desber Y. A. Benu, S.T, Selasa 6 Juli 2021
Menurut Mel sapaan akrab Desber, pihaknya telah berupaya menangani ruas jalan yang longsor beberapa waktu lalu. Longsor itu akibat curah hujan yang tinggi pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021.
Baca juga: Cegah Covid-19, BPBD Kabupaten Sumba Timur Lakukan Penyemprotan Disinfektan
"Di titik yang longsor itu, kita sudah tangani dan saat ini sementara dikerjakan.Sesuai Jadwal Pelaksanaan utk pekerjaan longsoran akan berakhir di bulan November, tapi atas dukungan Kontraktor dan Konsultan diprediksi akhir bulan September atau awal bulan Oktober 2021 sudah bisa tuntas," kata Mel.
Secara teknis, Mel mengatakan, penanganan longsor sepanjang 170 meter itu menggunakan Bore Pile (tiang bor) sebanyak 72 titik dengan kedalaman tiap titik 20 meter.
"Ada 72 tiang bor yang dipasang berdiameter 60 cm dan kedalaman 20 meter. Setelah lubang dibor (dengan alat) sedalam 20 meter, kemudian dimasukan tulangan besi dan dicor. Setelah Pengecoran isian bore pile dilanjutkan dengan pekerjaan Pile Cape, dilanjutkan dg pengecoran dinding penahan, yakni ada ikatan pondasi tiang bore pile, pile cape dan dinding penahan dengan mutu beton fc’30 menjadi satu kesatuan," jelas Mel.
Dikatakan, setelah penutupan bagian atas dengan material pilihan, dipadatkan dan dibuat rabat beton.
Baca juga: DPRD Kabupaten Sumba Timur Gelar Paripurna Masa Sidang II
"Kita juga akan buat rest area yang bisa digunakan pengguna jalan untuk bersantai saat melintas di jalur ini.
Bahkan, untuk pengerjaan titik yang longsor juga,kami lakukan pelebaran badan jalan dari 5 meter menjadi 6 meter sehingga mendukung jarak pandang pengguna jalan raya," ujarnya.
Sedangkan untuk anggaran, dia mengakui, khusus penanganan titik yang longsor itu dengan anggaran Rp 5,01 miliar.
"Anggaran ini sudah termasuk pembuatan marka jalan dan drainase dengan Udit" katanya.
Baca juga: 227 Pasien Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur Dalam Perawatan
Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu,S.T menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR dalam hal ini BPJN NTT yang begitu cepat melakukan penanganan ruas jalan yang longsor tersebut.
Menurut David, memang ruas jalan itu merupakan kewenangan APBN Pusat sehingga ditangani oleh BPJN NTT, Satker PJNW I Provinsi NTT, PPK 1.5 Propinsi NTT (Waingapu-Melolo-Baing).
"Harapan kami pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu sehingga aksebilitas lintas utara wilayah timur Sumba Timur dapat lancar dengan kondisi jalan yang semakin mantap," kata David.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengerjaan-ruas-jalan-yang-longsor-di-rende-kecamatan-rindi.jpg)