Pemprov NTT Bakal Konsolidasi Pengusaha Ikan untuk Melakukan Ekspor Bersama
pihaknya telah membentuk tim percepatan ekspor untuk memudahkan pengusaha bisa melakukan ekspor.
Dijelaskannya, dari 9 ton itu berjumlah 1.864 master karton kemasan ikan segar dari NTT yang dikirim ke Australia dan akan menempuh waktu selama 20 hari sebelum tiba di negara kanguru itu.
Dia berharap adanya jalur pintas agar proses pengiriman ke negara Australia bisa di tempuh dengan waktu singkat.
Pasalnya, selama ini jalur yang tempuh sangat panjang, padahal dari topografi NTT sangat berdekatan dengan negara Australia.
"Australi sebenarnya tetangga kita, tapi ini akan ke Surabaya dulu, Surabaya ke Singapura baru ke Australia. Jadi harus ke barat dulu, baru ke timur," jelasnya.
Dengan waktu tempuh dan jalur yang lama, menurutnya akan menambah ongkos di kapal, sehingga jika dibuka jalur khusus, bisa dipastikan proses pengiriman akan lebih mudah dilakukan.
Dia mengajak pengusaha ikan yang di NTT dan Kota Kupang khususnya untuk bisa berkolaborasi melakukan ekspor ikan dari NTT.
Breva menyebut, hingga saat ini perusahannya telah ratusan kali mengirim ikan segar dari NTT ke luar negeri.
Sementara produk ikan beku ini baru delapan kali sejak 2020 lalu. Dan untuk negara Australia, kedua kalinya dilakukan ekspor ikan beku dari NTT.
Pantauan Pos Kupang, satu kontiner ikan beku dari PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura dilepas menuju ke pelabuhan peti kemas Tenau Kupang melalui kontiner Meratus.
Turut hadir saat itu, perwakilan dari bea cukai Kupang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT dan pihak karantina perikanan. (*)