Pemprov NTT Bakal Konsolidasi Pengusaha Ikan untuk Melakukan Ekspor Bersama

pihaknya telah membentuk tim percepatan ekspor untuk memudahkan pengusaha bisa melakukan ekspor.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto   

Pemprov NTT Bakal Konsolidasi Pengusaha Ikan untuk Melakukan Ekspor Bersama

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan melakukan konsolidasi terhadap semua pengusaha ikan yang ada di NTT untuk bersama-sama melakukan ekspor ikan ke luar negeri.

Hal ini dikonfirmasi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto usai mengikuti acara pelepasan kontiner ikan ekspor di pelabuhan perikanan Tenau Kupang, Sabtu 3 Juli 2021.

Dia menjelaskan, selama ini pengusaha masing-masing melakukan ekspor secara sendiri-sendiri sehingga jumlah ekspor yang terbatas.

Saat ini dikatakan Ganef, pihaknya telah membentuk tim percepatan ekspor untuk memudahkan pengusaha bisa melakukan ekspor.

Baca juga: Pemprov NTT Rekrut 8.570 ASN Hari Ini Pendaftaran CPNS-PPPK

Tim ini beranggotakan pihak karantina perikanan, staf khsusus gubernur, dinas kelautan dan perikanan NTT, Diperindag, Pelindo dan bea cukai.

Nantinya, Tim ini akan membantu pengusaha untuk memperlancar kegiatan ekspor ikan ke luar NTT.

"Jadi selain kita bantu adminstrasi, kita juga bantu dengan konsolidasi pengusaha agar sama-sama ekspor," katanya.

Ganef mengungkapkan, Pemprov NTT akan bernegosiasi dengan Pelindo di Kupang untuk bisa membuka jalur akses kapal-kapal agar bisa mengurangi waktu tempuh saat ekspor.

Baca juga: Johan Oematan Sebut Pinjaman Dana PEN oleh Pemprov NTT Beratkan Fiskal Daerah

Pasalnya, selama ini jalur kapal ekspor dari NTT dinilai membutuhkan waktu yang cukup lama.

Diberitakan sebelumnya, 9 Ton Ikan Fillet beku atau Fish Frozen fillet to Fremantle di ekspor ke negara Australia oleh PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura melalui pelabuhan perikanan Tenau Kupang menuju pelabuhan Surabaya.

Selanjutnya ke pelabuhan di Singapura dan akan kembali menuju ke negara Australia tempat tujuan ekspor.

General Manager (GM) PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura, Breva Rizqi Diyah Nugraha, mengatakan, hari ini Sabtu 3 Juli 2021 merupakan acara pelepasan kontiner ekspor ke negara tujuan Australia.

"Hari ini selain pelepasan ekspor produk, juga ada Coffe Morning. Produk kita Fish Frozen fillet to Fremantle," ujarnya, Sabtu 3 Juli 2021.

Dijelaskannya, dari 9 ton itu berjumlah 1.864 master karton kemasan ikan segar dari NTT yang dikirim ke Australia dan akan menempuh waktu selama 20 hari sebelum tiba di negara kanguru itu.

Dia berharap adanya jalur pintas agar proses pengiriman ke negara Australia bisa di tempuh dengan waktu singkat.

Pasalnya, selama ini jalur yang tempuh sangat panjang, padahal dari topografi NTT sangat berdekatan dengan negara Australia.

"Australi sebenarnya tetangga kita, tapi ini akan ke Surabaya dulu, Surabaya ke Singapura baru ke Australia. Jadi harus ke barat dulu, baru ke timur," jelasnya.

Dengan waktu tempuh dan jalur yang lama, menurutnya akan menambah ongkos di kapal, sehingga jika dibuka jalur khusus, bisa dipastikan proses pengiriman akan lebih mudah dilakukan.

Dia mengajak pengusaha ikan yang di NTT dan Kota Kupang khususnya untuk bisa berkolaborasi melakukan ekspor ikan dari NTT.

Breva menyebut, hingga saat ini perusahannya telah ratusan kali mengirim ikan segar dari NTT ke luar negeri.

Sementara produk ikan beku ini baru delapan kali sejak 2020 lalu. Dan untuk negara Australia, kedua kalinya dilakukan ekspor ikan beku dari NTT.

Pantauan Pos Kupang, satu kontiner ikan beku dari PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura dilepas menuju ke pelabuhan peti kemas Tenau Kupang melalui kontiner Meratus.

Turut hadir saat itu, perwakilan dari bea cukai Kupang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT dan pihak karantina perikanan.  (*)

Berita NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved