Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Mau Tahu? Ini Data Ikan Kerapu Masuk ke NTT Selama Dua Tahun Terakhir

Polemik gagalnya proyek ikan kerapu yang di kerjakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT terus menuai kontroversi

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Wagub NTT, Josef A. Nae Soi seusai menebarkan 1 juta bibit ikan karapu di Waekelambu, Senin, 13 Januari 2020 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Polemik gagalnya proyek ikan kerapu yang di kerjakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT terus menuai kontroversi.

Meski demikian, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Kupang tak mengetahui masuknya ikan tersebut ke wilayah NTT.

Kepada Pos Kupang, Jumat, 2 Juli 2021, Kepala Stasiun KIPM Kupang, Jimmy Y. Elwaren, S.St.Pi, melalui kepala urusan tata usaha, Siti Nurbaity kartika Apriani, S. Pi membeberakan data domestik masuknya benih ikan Kerapu cantang ke melalui KIPM Kupang sejak tahun 2020 hingga 2021.

Sejak tahun 2020 sebanyak 510.000 benih ikan kerapu cantang masuk ke NTT melalui Stasiun KIPM Kupang. Jumlah tersebut dengan rincian, 250 benih dikirim pada 6 September 2020 oleh Emanuel Harsoyo kepada CV. Musi Jaya. Pengiriman tersebut berasal dari kabupaten Buleleng Bali menggunakan pesawat Lion Air.

Baca juga: Karantina Perikanan Kupang Tak Tau Masuknya Ikan Kerapu Pengadaan dari Dinas KKP NTT

Pengiriman berikutnya dengan jumlah 50.000 benih dengan kemasan per 25.000 benih. Pengiriman dilakukan oleh PT. Rekayasa Agromarin Indonesia kepada CV. Musi Jaya pada 19 Desember 2020 dari kabupaten Buleleng melalui pesawat udara. Pengiriman selanjutnya sebesar 50.000 benih kerapu cantang dalam satu paket dari perusahan yang sama dan penerima juga perusahan yang sama.

Sejak bulan Januari 2021, PT. Rekayasa Agromarin Indonesia kembali mengirim 10.000 benih kerapu cantang dari kabupaten Buleleng kepada CV. Musi Jaya melalui peawat udara. 31 Januari 2021, pengiriman kembali dilakukan sebanyak 10.000 benih, 3 Feburari 2021 jumlah pengiriman sebanyak 5.000 benih, 10 Februari 2021 pengiriman sebanyak 10.000 benih.

Selanjutnya, pada 24 Feburari 2021 pengiriman lagi 10.000 benih, 17 Maret 2021 pengiriman 10.000 benih lagi. Sejak bulan Januari sampai Maret tersebut, pengiriman dilakukan oleh PT. Rekayasa Agromarin Indonesia dari Kabupaten Buleleng dengan peawat udara.

Kepala Urusan Tata Usaha (KTU), Siti Nurbaity kartika Apriani, S. Pi, juga mengatakan pihaknya tidak mengetahui masuknya ikan pengadaan dari dinas perikanan dan kelautan provinsi NTT.

Baca juga: Kadis Perikanan Ngada: Tidak Ada Koordinasi Terkait Budidaya Ikan Kerapu di Labuan Kalambu

"Kalau soal itu kami tidak tauh. Kami hanya melakukan pelayanan dan pengawasan di area bandara/pelabuhan terkait lalu lintas komoditas perikanan," katanya, Jumat 2 Juli 2021 ketika dihubungi pos Kupang.

Dijelaskan Siti, KIPM Kupang hanya melakukan sertifikasi untuk komoditas yang keluar dan masuk melalui bandara/pelabuhan di Kupang. Sementara untuk kepentingan selanjutnya dari komoditas tersebut, KIPM tidak berwenang mengetahuinya.

"Kalau terkait komoditas perikanan itu selanjutnya kepentingannya untuk apa, itu di luar wewenang dan tanpa sepengetahuan kami.  Jadi data yang bisa kami berikan ya data komoditas yang masuk kupang melalui bandara/pelabuhan," tandasnya.

Dia mengaku selama ini dari Dinas terkait juga tidak memberi informasi apapun perihal pengadaan ikan kerapu yang masuk ke wilayah Kupang. KIPM, kata Siti, hanya bisa memberikan data yang tercatat selama setahun sebelumnya dan saat ini untuk masuk atau keluar komiditas di NTT.  (*)

Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved