Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 29 Juni 2021, Hari Raya St. Petrus & St. Paulus: Siapakah Aku?
"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Mat 16:15). Pertanyaan Yesus kepada para murid-Nya.
Renungan Harian Katolik Selasa 29 Juni 2021, Hari Raya St. Petrus & St. Paulus: Siapakah Aku? (Matius 16:13-19)
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Mat 16:15). Pertanyaan Yesus kepada para murid-Nya.
Pertanyaan ini dahsyat dan penting. Tertuju juga kepada setiap kita. Gambaran Yesus macam apakah yang masing-masing kita miliki?
Sudah barang tentu masing-masing orang akan lain pula jawabannya. Tak mungkin sama. Pun tak ada satu jawaban yang mampu memuaskan semua kemungkinan.
Namun demikian, saya teringat dalam salah satu retret dulu, pembimbing retret menawarkan salah satu saran yang bisa membantu dan berguna bagi siapa pun yang ingin mengembangkan pertanyaan tersebut bagi dirinya. Ia berkata, sebagai murid, kita harus "menyerupai Yesus Kristus".
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 28 Juni 2021: Ziarah Jiwa
"Menyerupai" adalah kata yang abstrak, tidak terjamah. Kata kerja itu berarti "dibentuk berdasarkan sebuah model". Yesus menawarkan sebuah model, pola, atau contoh untuk diikuti. Apakah itu?
Yesus itu guru; sungguh-sungguh seorang guru. Cara pengajaran-Nya mengungkapkan jati diri-Nya.
Sebagai guru, Yesus selalu menaruh rasa hormat pada orang-orang yang datang kepada-Nya. Kadang kala rasa hormat itu digambarkan melalui cara Yesus mengajukan pertanyaan.
Sekedar contoh. Ketika Yesus didatangi oleh Yakobus dan Yohanes, dua bersaudara yang ambisius dan arogan meminta posisi, Yesus tidak sekedar bertanya, "Apa yang kamu inginkan?"
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Senin 28 Juni 2021: Ikut Yesus Selamanya
Demikian juga ketika Ia didatangi oleh Bartimeus, si buta yang rendah hati. Yesus tidak sekadar bertanya, "Apa yang kamu inginkan?" Tetapi Ia bertanya, "Apa yang kamu inginkan supaya Kuperbuat bagimu?"
Pertanyaan yang diajukan Yesus tetap sama, bersifat personal, terarah kepada mereka, terarah kepada kebutuhan dan keinginan mereka (lih. Mrk 10:36.51).
Kepedulian Yesus kepada orang lain juga tampak dalam relasi-Nya dengan orang lain. Yesus tidak pernah memaksa pikiran-Nya, cara pandang-Nya, kehendak-Nya kepada orang lain.
Coba periksa bagaimana sikap-Nya terhadap pemuda kaya. Yesus hanya memberi saran agar si pemuda menjual hartanya lalu mengikuti Dia supaya menjadi sempurna. Tapi pemuda kaya itu justru menolak nasihat Yesus (lih. Mat 19:16-26).
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Minggu 27 Juni 2021: Talita Kum; Bangunlah
Di lain kesempatan, kita menjumpai Yesus yang sedang mendorong orang untuk bertanggung jawab atas diri orang lain dan bersedia berbagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)