Mengenal Ikan Buntal

IKAN Buntal termasuk famili Tetraodontidae, famili dari ikan muara dan laut yang berasal dari ordo Tetraodontiformes

Editor: Kanis Jehola
Ikan Buntal 

POS-KUPANG.COM - IKAN Buntal termasuk famili Tetraodontidae, famili dari ikan muara dan laut yang berasal dari ordo Tetraodontiformes. Secara morfologi, ikan-ikan serupa yang termasuk dalam famili ini serupa dengan ikan landak yang memiliki tulang belakang luas yang besar.

Tidak seperti tulang belakang Tetraodontidae yang lebih tipis, tersembunyi, dan dapat terlihat ketika ikan ini menggembungkan diri.

Nama ilmiah ini merujuk pada empat gigi besar yang terpasang pada rahang atas dan bawah yang digunakan untuk menghancurkan cangkang krustasea dan moluska, mangsa alami mereka. Ikan buntal secara umum dipercayai sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah katak racun emas.

Tetraodontidae terdiri dari sedikitnya 121 spesies ikan buntal yang terbagi dalam 20 genera. Ikan ini banyak ragamnya di perairan tropis dan tidak umum dalam di perairan zona sedang dan tidak ada di perairan dingin.

Baca juga: 9 Warga Keracunan, Ini Identitas Daftar Nama 4 Warga Sikka-NTT yang Tewas Makan Ikan Buntal

 

Mereka memiliki ukuran kecil hingga sedang, meski beberapa spesies memiliki panjang lebih dari 100 sentimeter 39 inchi. Racun yang dimiliki ikan buntal disebut tetradotoksin.

Bagian tubuh yang mengandung racun ini adalah hati, ovarium kulit dan usus halus. Racun ini tahan terhadap panas dan juga racun non-protein yang larut dalam air. Oleh sebab itu, ikan buntal hanya boleh dimakan pada bagian dagingnya saja.

Jika pada saat pengolahan terkontaminasi oleh bagian organ dalam yang pecah, daging menjadi sangat beracun dan mematikan.

Saat memasak ikan buntal, harus dipastikan bahwa bagian hati, ovarium kulit serta usus halus tidak pecah, sehingga racunnya tidak meresap ke daging.

Baca juga: Pengakuan Kades Martina Soal Warganya Keracunan Ikan Buntal, Baru Pertama Kali Terjadi di Hoder

Selain itu, daging ikan buntal harus benar-benar dicuci bersih. Di luar negeri, ikan buntal hanya diolah oleh chef profesional. Bahkan di restoran tertentu makanan ini akan dihidangkan oleh sang koki setengah jam setelah masak.

Lalu bagaimana cara memasak ikan buntal yang benar? Langkah 1: Lepaskan kulit hingga tidak ada sisik. Potong mulut dan dari sana kita bisa menarik kulitnya. Langkah 2: Cuci bersih menggunakan garam. Langkah 3: Lepaskan mata.

Langkah 4: Menggunakan pisau yang tajam dan bagus, iris perut ikan dengan sangat hati-hati agar tidak menusuk ovarium atau hati. Jika ini pecah, racun akan dilepaskan ke dalam daging sehingga ikan tidak bisa dimakan.

Langkah 5: Memotong tulang, iris seperti sashimi lainnya. Langkah 6: Potong kepala menjadi dua atau tiga bagian dan didihkan. Ini dapat digunakan untuk rebusan.
Dosis mematikan racun ikan buntal bagi manusia diperkirakan 2 mg TTX.

Para peneliti dari Institute of Molecular and Cell Biology (IMCB) dan National University of Singapore (NUS) bahkan menunjukkan bahwa ikan buntal menggunakan racun tersebut.

Racun tetrodotoxin yang 20 kali lipat lebih mematikan daripada sianida ini digunakannya untuk membantu proses perkembangbiakan dan menghindari pemangsa.

Beberapa bagian ikan buntal yang dipastikan mengandung racun (tetrodotoxin), seperti hati, indung telur dan kulitnya. Racun dari ikan buntal sampai saat ini belum ada pengobatannya. (ani enotoda/dilansir dari Wikipedia, Kobejones dan doktersehat.com)

Berita Kabupaten Sikka Lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved