Idul Adha

Idul Adha 2021, Aturan Lengkap Pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Kurban 2021

Dalam edaran ini, penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan.

Editor: Gordy Donofan
Tribun Timur
Idul Adha 2021, Aturan Lengkap Pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Kurban 2021. 

Idul Adha 2021, Aturan Lengkap Pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Kurban 2021

POS-KUPANG.COM – Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan edaran mengenai penyelanggaraan Shalat Idul Adha dan pelaksanaan kurban 1442 H/2021 M di tengah pandemi corona.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021.

Dalam edaran ini, penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Salah Iduladha dan pelaksanaan qurban 1442 H,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui keterangan resmi yang dikutip Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Bacaan Niat Berkurban, Membaca Basmalah Dengan Sempurna Doa Menyembelih, 20 Juli Idul Adha 2021

 

Adapun edaran ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, Kepala KUA Kecamatan, pimpinan Ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Bagaimana aturannya?

Aturan penyelenggaraan salat Idul Adha

1. Malam Takbiran Menyambut Hari Raya Idul Adha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/musala, dengan ketentuan sebagai berikut:

Baca juga: Niat dan Puasa Tarwiyah, Arafah dan Puasa Sunnah Jelang Idul Adha 2021, Banyak Keutamaan

Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/musala.

2. Shalat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah zona merah dan oranye ditiadakan.

3. Shalat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/musala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

Baca juga: Niat dan Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 1442 H 20 Juli 2021, Baca Basmalah

4. Dalam hal Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut: Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun salat dan penyampaian khutbah secara singkat, paling lama 15 menit.

Jemaah Shalat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah.

Panitia Shalat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.

Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Shalat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid/musala.

 Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Shalat Hari Raya IduIadha sampai selesai.

Baca juga: Cara Buat Acar Timun Plus Nasi Kebuli Pakai Rice Cooker, Jadi Menu Andalan Idul Adha

 Setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Salat Hari Raya Idul Adha.

Seusai pelaksanaan Shalat Hari Raya Iduladha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Bagi Panitia Hari Besar Islam/Panitia Shalat Hari Raya Idul Adha , sebelum menggelar Shalat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid/musala wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Covid-19 dan unsur keamanan setempat.

Hal ini untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali.

Sementara itu, pelaksanaan kurban dapat memperhatikan ketentuan sebagai berikut: Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R).

Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Cara Buat Acar Timun Plus Nasi Kebuli Pakai Rice Cooker, Jadi Menu Andalan Idul Adha

Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.

Kegiatan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.

Pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

Adapun dalam hal terjadi perkembangan ekstrim Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru Covid-19 di suatu daerah, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi setempat.

Baca juga: Idul Adha 1442 H, Bacaan Niat Berkurban dan Doa Menyembelih Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Niat dan Puasa

Umat Muslim di tanah air sebentar lagi merayakan Idul Adha.

Idul Adha tahun ini tepat Selasa 20 Juli 2021.

Momen Idul Adha tentu sangat dinantikan.

Umat Muslim yang merayakan tentu akan melakukan persiapan.

Satu diantara persiapan yang harus dilakukan adalah niat puasa.

Berikut ini adalah bacaan dan niat puasa Idul Adha 2021.

Niat dan bacaan puasa ini tentu dengan keutamaannya.

Inilah bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah.

Menunaikan puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki banyak keutamaan.

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan puasa sunnah yang ditunaikan sebelum Idul Adha 2021.

Seperti yang diketahui, umat muslim sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idul Adha.

Berdasarkan kalender Masehi, Hari Raya Idul Adha 2021 atau 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Selasa, 20 Juli 2021.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenag Keluarkan 8 Aturan Salat Idul Adha 1442 H, Apa Saja Aturannya?

Menjelang Idul Adha umat muslim pun dianjurkan melakukan amalan-amalan di bulan Dzhulhijjah.

Salah satunya yakni puasa sunnah idul adha 2021.

Menunaikan puasa memiliki banyak keutamaan.

Bulan Dzhulhijjah begitu istimewa.

Dilansir dari Youtube Al-Bahjah Tv, Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya menjelaskan keutamaan 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.

"Tidak ada hari-hari yang bagus untuk beramal melebihi dari 10 awal bulan Dzulhijjah, sebab merupakan hari-hari istrimewa," kata Buya Yahya.

Ia juga menjelaskan, kalau seandainya di bulan Ramadhan tidak ada Lailatul Qadar, maka 10 Dzulhijjah bisa melebihi 10 akhir Ramadhan.

"Karena ini mutlak, Nabi menyebutkan, tidak ada lagi hari-hari yang lebih bagus secara keseluruhan hari. 10 akhir Ramadhan itu adalah keutamaannya , tapi kalau secara umum hari-hari terbagus adalah 10 awal Dzulhijjah," ungkap Buya.

Dalam riwayat lain, kata Buya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Takbir , Tasbih, dan Tahlil.

"Laailahailllah, Allahu Akbar, dan subhanallah diperbanyak, karena sangat bagus, jangan batasi ibadahnya hanya puasa, bisa baca Al quran, dan lainnya," ujarnya.

Bacaan niat puasa Tarwiyah & Arafah, puasa sunnah sebelum Idul Adha 2021

Buya juga menyarankan umat Islam agar menghidupkan ibadah di hari 10 Dzulhijjah, di antaranya ibadah haji, shalat Idul Adha 2021, sembelih qurban, dan puasa Arafah.

"Kalau ibadah haji seumur hidup sekali, tapi kalau shalat, qurban dan puasa itu setahun sekali," katanya.

Untuk amalan puasa sebelum Idul Adha 2021 yang paling utama yakni puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

"Dihapuskan dosa-dosa kecil kita, yang kita tidak sengaja melihat yang haram misalnya, Insya Allh Allah ampuni, dengan catatan kita menyesal, kita tidak senang dengan dosa itu. Puasa Arafah tanggal 9, ini bagi yang tidak haji, kalau yang sedang haji tidak usah, biar kuat," jelas Buya lagi.

Tak terbatas di tanggal 9 saja, umat Muslim juga diperbolehkan puasa dari tanggal 1 Dzjulhijjah.

"Rapi jangan sampai tanggal 9-nya malah tidak puasa, karena yang paling besar pahalanya itu tanggal 9-nya. Boleh puasa tanggal 1, karena keutamannya bagus," bebernya.

Selain puasa Arafah, umat Islam juga disarankan puasa Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Selain dianjurkan berpuasa pada tanggal 8-9 Dzulhijjah, umat Islam juga diharamkan puasa setelah hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban.

Baca juga: Keutamaan, Pahala Niat dan Bacaan Puasa Arafah, Dzulhijjah & Tarwiyah Sebelum Idul Adha 1442 H

Hari diharamkannya berpuasa disebut juga dengan hari Tasrik yang berlangsung 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Bacaan Doa

Bacaan atau lafadz niat shalat Idul Adha 1442 H dalam bahasa Arab, disertai latin dan terjemahan.

Berikut niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah:

Niat Puasa Dzulhijjah

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Tarwiyah

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat Puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat Puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan satu di antara bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan.

Banyak peristiwa besar yang menjadi momentum sejarah pergerakan umat Islam terjadi di bulan ini.

Selain itu, dalam bulan Dzulhijjah juga terdapat sederet ibadah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dengan imbalan pahala berlipat ganda.

Satu di antaranya yakni puasa sunah di sembilan hari pertama bulan tersebut.

Berita Terkait Idul Adha Lainnya

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Aturan Lengkap Pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Kurban 2021

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved