Breaking News:

Guru SMPN 3 Wulanggitang Flores Timur Sabet Juara 1 Lomba Menulis Feature

Guru SMPN 3 Wulangitang, Kabupaten Flores Timur, Marianus Raja Muda berhasil meraih juara 1 lomba menulis feature

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA-Guru SMPN 3 Wulangitang, Kabupaten Flores Timur, Marianus Raja Muda berhasil meraih juara 1 lomba menulis feature yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) Kabupaten Flores Timur.

Tulisannya dengan judul "Magdalena Menenun Mimpi di Tengah Pandemi Covid-19" ini berhasil menyisihkan 44 penulis lain se-Nusa Tenggara Timur.

Pengumuman kejuaraan melalui zoom meeting, dihadiri kepala kantor bahasa NTT, pengurus PGRI Flores Timur, tim juri dan peserta lomba, Jumat 25 Juli 2021.

Tim juri, Silvester Petara Hurit, mengapresiasi peserta lomba. Bagi Silvester, "Semangat para guru luar biasa. Tidak saja mengajar dan mendidik, tetapi mereka mampu memotret situasi sosial yang terjadi di masyarakat, terlebih di tengah Covid-19. Jika iklim ini terus dirawat akan menghasilkan penulis yang handal. Tentang menulis, memang supaya mahir mesti terus diasah. Caranya, terus menulis," ujar tim juri, Silvester Petara Hurit kepada wartawan, Sabtu 26 Juni 2021.

Baca juga: Melihat Wajah Gerakan Literasi NTT yang Terekam dalam Lomba Menulis Pojok Sehat, Ini Para Juaranya

 

Kepala Kantor Bahasa NTT, Syaiful Bahri Lubis, mengatakan tulisan-tulisan inspiratif itu akan diarsipkan kantor bahasa dalam bentuk buku berISBN.

"Iklim literasi sungguh tumbuh. Kantor bahasa NTT sangat terbuka untuk berkolaborasi. Mari kita jadikan momentum ini untuk berbagi inspirasi. Apa yang dilakukan PGRI Flores Timur, bisa menginspirasi PGRI kabupaten lainnya se-NTT dan Indonesia," katanya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian mengatakan PGRI di bawah kepemimpinannya akan terus berupaya membuka ruang ilmiah kepada guru untuk mengeksplorasi kemampuan di berbagai bidang.

"Ajang lomba ini bukan untuk mencari siapa yang lebih baik, tetapi sebagai upaya penciptaan iklim ilmih dan membuka ruang dalam berkarya," tandasnya. (*)

Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved