Breaking News:

Kades Nelelamadike Flores Timur Usul Buka Jalan Baru ke Titik Relokasi Korban Bencana

Pius Padeng mengatakan saat ini proses pembangunan 55 unit rumah untuk korban bencana sudah mulai dikerjakan. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kepala Desa Nelelamadike dan Kadis PU Flotim, Dominikus Demon 

Kades Nelelamadike Flores Timur Usul Buka Jalan Baru ke Titik Relokasi Korban Bencana

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM|ADONARA - Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur (Flotim) menjadi salah satu desa terdampak parah saat badai seroja menerjang wilayah itu, Minggu 4 April 2021 lalu. 

Sebanyak 56 warga dinyatakan meninggal dunia dan puluhan rumah warga rusak berat. 

Kepala Desa Nelelamadike, Pius Padeng mengatakan saat ini proses pembangunan 55 unit rumah untuk korban bencana sudah mulai dikerjakan. 

"Proses pematangan sudah 60 persen dikerjakan," ujarnya kepada wartawan, Senin 21 Juni 2021. 

Baca juga: DPRD Flores Timur Tolak Usulan Pengurangan Anggaran Reses dan Pokir, Tenaga Kontrak Jadi Korban

Ia mengaku sudah mengusulkan pembukaan jalan baru sepanjang 140 meter menuju titik relokasi. 

"Saya sudah ajukan ke Dinas PU Flotim dan disambut baik," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Flores Timur, Dominikus Demon mengaku menerima usulan itu. Menurut dia, pembukaan jalan itu untuk kepentingan akses masuk ke titik relokasi. 

"Nanti akan diakses dari desa Harubala-Pukaone. Kita kerjasama dengan PT Adi Karya selaku pelaksana untuk segera mungkin ditindaklanjuti. Sumber anggarannya kita pakai dua pola, dari bantuan sosial PT Adi Karya dan menjadi bagian dari pekerjaan relokasi," katanya.

Baca juga: Kualitasnya Mendunia, Ekspor Gurita Flores Timur Tembus Pasar Eropa

Untuk diketahui, ada tiga wilayah di Pulau Adonara terdampak parah badai seroja Minggu 4 April 2021 lalu, yakni Desa Oyang Barang Kecamatan Wotan Ulu Mado, Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng dan Desa Waiburak Kecamatan Adonara Timur.

Badai itu menelan 72 korban jiwa, 76 luka-luka dan 1 masih dinyatakan hilang. Selain korban jiwa, sebanyak 2.579 jiwa mengungsi dan 27.560 jiwa terdampak.

Satu korban yang kini masih dinyatakan hilang berasal dari Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulu Mado. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved