Breaking News:

Muncul Suara Referendum Masa Jabatan Presiden dari NTT

Kelompok itu telah membentuk Komite Penyelenggara Referendum Terbatas pada Konstitusi 1945 NTT sejak Kamis 29 April 2021 silam.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap penularan Covid-19. Jokowi minta masyarakat tidak menyepelekan virus Corona atau SARS-CoV-2. 

Muncul Suara Referendum Masa Jabatan Presiden dari NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sekelompok masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai menyuarakan referendum terhadap masa jabatan Presiden Republik Indonesia.

Kelompok itu telah membentuk Komite Penyelenggara Referendum Terbatas pada Konstitusi 1945 NTT sejak Kamis 29 April 2021 silam.

Pius Rengka, salah satu staf khusus Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi pemimpinya. Selain Pius, ada nama lain seperti Imanuel Blegur, Caroline Noge, Hadi Djawas, Clarita R. Lino dan sejumlah nama lain.

Ketua Komite Penyelenggara Referendum Terbatas, Pius Rengka menyebut, gagasan pembentukan Komite Penyelenggara Referendum ini sesungguhnya bukan muncul dadakan. 

Baca juga: UMAT KRISTIANI Diingatkan Presiden Joko Widodo Bahwa Tuhan akan selalu bersama umat-Nya

Gagasan tersebut lahir, tergoda dan tergelitik serius setelah tim penggagas mencermati aspirasi sangat kuat dan luas masyarakat NTT untuk mengubah ketentuan pasal konstitusi yang mengatur tentang periodisasi dan batas masa jabatan Presiden Republik Indonesia.

Pius menyebut komite tersebut dibentuk atas inisiatif beberapa elemen masyarakat setelah mencermati dengan serius aspirasi masyarakat di NTT.

Menurut dia, amat sangat luas tertangkap opini yang meminta agar batasan masa jabatan presiden perlu serius dikoreksi. 

“Koreksi atas batasan masa jabatan itu muncul kian marak menyusul kunjungan beruntun selama 10 kali Presiden Jokowi ke NTT di masa kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi,” ujar Pius dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM.

Ia menyebut, lahirnya aspirasi luas masyarakat untuk mengoreksi periodisasi masa jabatan itu, patut diduga lantaran cinta dan perhatian dari Presiden Jokowi yang sangat tuntas dan luar biasa atas seluruh pawai pembangunan nasional selama ini.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved