Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Sabtu 19 Juni 2021: Jangan Khawatir!
Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?
Renungan Harian Katolik, Sabtu 19 Juni 2021: Jangan Khawatir! (Mat 6:24-34)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Yesus dalam khotbah di Bukit mengatakan, “Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?” (Mat 6: 25).
Saya merasa sangat berat ketika Sabda Yesus di atas mesti disampaikan untuk menghibur orang yang kehilangan lapangan kerja, ibu yang sulit membeli susu bagi anaknya, keluarga yang kehilangan anak dalam tabrakan maut, pengungsi di Lembata dan Adonara yang kehilangan semua keringat selama puluhan tahun, pedagang yang kehilangan omzet miliaran dalam seminggu.
Orang-orang sedang berada dalam lembah kegelisahan. Hilang harapan. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang terasa semakin berat. Pertanyaan: apakah Sabda Tuhan itu tetap kontekstual?
Hal pertama yang mesti kita lihat adalah konteks Sabda Yesus (Mat 6:25), yaitu perluasan dan pengembangan dari kritik Yesus kepada Ahli Taurat dan orang Farisi Mat 5:20) yang ditujukan kepada pendengar-Nya.
Yesus mengatakan, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Yesus mengkritik hidup para ahli Taurat dan orang-orang Farisi ini yang lebih sibuk dengan perkara-perkara duniawi, khususnya mengenai aturan-aturan keagamaan lahiriah yang sangat ketat. Ahli Taurat dan kaum Farisi mengampanyekan kepada umat bahwa pelaksanaan hukum taurat secara ketat adalah syarat masuk Kerajaan Allah.
Surga pada akhirnya hanya seputar aturan-aturan lahiriah. Tanpa pemaknaan dan penghayatan hidup yang lebih mendalam. Yesus justru hendak mengingatkan kita bahwa pelaksanaan hukum mesti tetap menempatkan Allah pada posisi sentral.
Yesus sesungguhnya mengingatkan kita bahwa tubuh, pakaian, makanan dan sebagainya itu memang penting tapi jauh lebih penting adalah percaya pada Tuhan yang memberikan hidup dan tubuh ini (Mat 6:31-32).
Kita boleh merencanakan masa depan yang lebih baik. Tuhan tidak mengajarkan kita untuk duduk pasrah saja sembari menanti Tuhan datang tapi tetap bekerja, bahkan bekerja keras dan Tuhan akan memberikan segalanya. Tuhan mengharapkan kita terus bekerja mengusahakan hidup yang lebih baik dari hari ke hari.
Di atas segala-galanya, Tuhan tetap menjadi prioritas utama. Tidak dimaksudkan bahwa dengan sibuk bekerja, memelihara tubuh dan merawat diri lantas melupakan Tuhan yang menjadi asal segalanya.
“Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6: 32-33).
Di manakah Kerajaan Allah dan kebenaran itu? Yesus memberikan jawaban itu dalam doa Bapa Kami, “Di bumi seperti di Surga” (Mat 6:10). Kerajaan Allah itu ada di sini dan di saat ini. Kita dapat menemukan Kerajaan Allah itu di atas bumi ini. Dalam keseharian hidup dan kerja kita. Ketika Tuhan menempati tempat utama dalam hati, maka Kerajaan Surga itu akan menjadi kenyataan hidup.
Kita menjadi sumber kegembiraan dan kebahagiaan bagi semua orang. Diri dan hidup kita menjadi momen bagi orang lain untuk menemukan harapan dalam hidup ketika mereka kehilangan harapan itu. Orang lain menemukan kehadiran Allah itu dalam diri kita yang rapuh ini (Kristiyanto: 2020).