Breaking News
Sabtu, 2 Mei 2026

BLK Karitas Peduli Lembata Tekankan Pemberdayaan Semua Masyarakat Termasuk Kelompok Rentan

BLK Karitas Peduli Lembata mengusung semangat pemberdayaan semua lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan difabel

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Keterangan Foto/Ricko Wawo
pertemuan Jaringan Kerja Lintas Sektor Pembangunan Ekonomi Inklusi Berkelanjutan di Aula Hotel Anisa, Lewoleba, Jumat, 18 Juni 2021. 

BLK Karitas Peduli Lembata Tekankan Pemberdayaan Semua Masyarakat Termasuk Kelompok Rentan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata mengusung semangat pemberdayaan semua lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan difabel, anak yatim piatu dan perempuan kepala keluarga. Balai latihan kerja yang ada di bawah Yayasan Gunthild Karitas Peduli ini sudah menjalankan sejumlah program kelas pemberdayaan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Lembata.

Koordinator BLK, Suster Margaretha, SSpS menegaskan beberapa peserta dan instruktur yang sedang beraktivitas di BLK Karitas Peduli Lembata merupakan kelompok rentan yang punya akses setara di dalam masyarakat. 

"Semangat BLK adalah semangat pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat. Kami rekrut instruktur tata busana itu difabel. Dia punya keterampilan jadi dia punya akses yang sama untuk jadi instruktur," ungkap Suster Margaretha dalam Pertemuan Jaringan Kerja Lintas Sektor Pembangunan Ekonomi Inklusi Berkelanjutan di Aula Hotel Anisa, Lewoleba, Jumat, 18 Juni 2021.

Di samping itu, salah satu peserta di BLK Karitas Peduli Lembata, lanjutnya, merupakan penyandang tuna netra, tapi dia punya semangat luar biasa mengikuti program Bahasa Inggris. 

Baca juga: Ketum GKS Sebut Cegah Virus Varian Baru Hanya Dengan Patuh Prokes

Baca juga: Hati-Hati dan Waspada! Dua Peringatan Dini BMKG Prediksi Cuaca di Wilayah Provinsi NTT Hari Ini

"Instruktur program itu menuntut keterampilan luar biasa. Bagaimana supaya dia paham. Jadi, kita ciptakan metode supaya dia bisa paham. Itu tantangan luar biasa. Sisi positifnya pengajar dituntut sikap kreatif dan inovatif," tambahnya.

Menurut dia, fasilitas yang diberikan selama pelatihan dan pendidikan sama rata kepada semua peserta termasuk kelompok rentan. Bahkan, peserta penyandang tuna netra itu diberi kemudahan administrasi keuangan di BLK Karitas Peduli Lembata.

Baca juga: Info Sport : Pelatih Mutiara Hitam Persipura Jacksen Tiago Harap AFC Cup 2021 Digelar Tempat Netral

"Dia cita cita mau jadi guru untuk sesama difabel. Motivasinya jadi guru Bing untuk sesama difabel. Kami tidak memandang usia, agama dan keterbatasan. Semua yang ingin punya keterampilan itu silakan datang," tegas Suster Margaretha yang menekankan pentingnya menciptakan ruang yang inklusi kepada semua orang termasuk kelompok rentan.

"Dari aspek pemberdayaan keterampilan masyarakat, saya yakin akan selalu ada difabel yang datang dan itu tantangan, kita terima mereka. Kita mau mereka punya keterampilan dan mandiri," ucapnya.

Ditegaskannya, sangat penting menciptakan kehidupan yang inklusi sepenting derajat hidup manusia. "Kepada mereka kita berikan pendampingan, fasilitas, perhatian dan akses yang sama. Bahkan kita berikan yang terbaik," imbuhnya.

Ahli Perencanaan Bappelitbangda Kabupaten Lembata, Hyasintus Lama, berujar Pertemuan Jaringan Kerja Lintas Sektor Pembangunan Ekonomi Inklusi Berkelanjutan adalah buah dari kerja sama Human Inclusion (HI), CIS Timor dan Pemda Lembata.

Hyasintus menerangkan pihaknya menginisiasi satu model jaringan kerja model pembangunan dan terkoneksi dalam jejaring yang fokus pada kelompok rentan. 

"Kita harap ada lembaga dan komunitas yang punya tugas memfasilitasi mereka. Kita bangun pemahaman bersama, identifikasi bersama, dan mereka akan membantu klien itu," tambahnya.

"Kita harap dukungan yang komprehensif supaya berkelanjutan. Pendekatan kita lebih komprehensif dan bisa dikoordinasikan lewat kerja multi pihak. Ini pendekatan perencanaan kolaboratif (colaborative planning)," pungkasnya.

pertemuan Jaringan Kerja Lintas Sektor Pembangunan Ekonomi Inklusi Berkelanjutan di Aula Hotel Anisa, Lewoleba, Jumat, 18 Juni 2021.
pertemuan Jaringan Kerja Lintas Sektor Pembangunan Ekonomi Inklusi Berkelanjutan di Aula Hotel Anisa, Lewoleba, Jumat, 18 Juni 2021. (Keterangan Foto/Ricko Wawo)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved