Minggu, 19 April 2026

Guru BP SMANSA Maumere Beberkan Keluhkan Siswa di Masa Pandemi

dilaksanakan guna membantu siswa dan mencari jalan keluar agar siswa tetap ke sekolah dan belajar sangat bermanfaat

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Guru BP SMANSA Maumere, Marta Redong, S.Pd. 

Guru BP SMANSA Maumere Beberkan Keluhkan Siswa di Masa Pandemi

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Marta Retong, S.Pd, Guru BP SMAN 1 Maumere alias SMANSA membeberkan kendala dan keluhan siswa di masa pembelajaran pandemi Covid-19.

Guru BP SMANSA menemukan sejumlah keluhan terkait persoalan ekonomi keluarga siswa karena kehilangan pekerjaan dan menurunkan pendapatan keluarga. Demikian keluhan yang ditemukan Guru BP SMANSA bersama tim guru saat melaksanakan program Home Visit atau kunjungan rumah.

Program kunjungan rumah Guru BP SMANSA yang sudah dilaksanakan guna membantu siswa dan mencari jalan keluar agar siswa tetap ke sekolah dan belajar sangat bermanfaat.

Pasalnya, dengan program ini pihak sekolah bisa mengetahui kendala yang dialami siswa. Dengan begitu, siswa tetap belajar dengan aman dan nyaman guna meraih masa depan.

Baca juga: Pemerintah Provinsi NTT Ajukan Anggaran Mendahului Perubahan untuk Bunga Pinjaman PEN Infrastruktur

“Kami kunjungi rumah siswa dan bicara dari hati ke hati. Kalau siswa tidak aktif belajar kami tanya kenapa masalahnya. Kalau tidak ke sekolah karena alasan ekonomi kami tanya dan ajak orangtua mencari jalan keluar. Siswa harus tetap belajar dan urusan keuangan dibahas bersama orangtua.Selama masa pandemi ada siswa yang kurang aktif karena kehabisan paket kami arahkan ke sekolah. Ada yang mengeluh soal ekonomi diatasi bersama-sama,” kata Marta, kepada wartawan di SMANSA Maumere, Senin (14/6/2021) pagi.

Marta menjelaskan, pihak sekolah bersama tim dengan para guru kelas selalu menemui orangtua siswa agar membahas kendala dan keluh anak saat proses KBM.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMANSA Maumere, Johanes Jonas Teta mengaku di sekolahnya siswa harus tetap belajar dengan aman.

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Tetapkan Delapan Desa Wisata 

“Siswa harus belajar kalau kendala uang sekolah ada jalan keluar. Sekolah memberikan kemudahan siswa ikut ujian lalu ketika tamat akan menyelesaikan semua keuangan siswa. Kami tetap lakukan pendekatan dari hati ke hati agar siswa tetap belajar,” papar Jonas.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM.ARIS NINU)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved