Breaking News:

GMNI Minta Bupati Flotim Belajar Ulang Regulasi Penggunaan Dana BTT

memang benar-benar tidak tau regulasi. Jika tau lalu tidak lakukan sesuai regulasi, maka itu kesengajaan menyelewengkan anggaran

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Aktivis GMNI saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor bupati Flores Timur 

GMNI Minta Bupati Floresti Belajar Ulang Regulasi Penggunaan Dana BTT

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Ketua GMNI cabang Flores Timur, Yohanes Ninu Badin meminta Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon belajar ulang tentang regulasi penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

Hal itu disampaikannya menyusul dugaan penyelewengan anggaran BTT sebesar Rp 6,5 Miliar, yang dinyatakan habis sebelum badai seroja, Minggu 4 April 2021 lalu. 

Menurut dia, sesuai regulasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, anggaran BTT digunakan untuk kejadian tanggap darurat dan harus ada rekomendasi penetapan status tanggap darurat oleh BNPB. 

"Faktanya, anggaran itu digunakan tanpa ada penetapan status tanggap darurat. Penjelasan bupati ke media bahwa anggaran itu digunakan untuk pengerjaan beberapa item, itu tidak sesuai regulasi," ujarnya saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor bupati Flotim, Senin 14 Juni 2021.

Ketua GMNI Flores Timur, Yulius Ninu Badin
Ketua GMNI Flores Timur, Yulius Ninu Badin ((POS.KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA))

"Pemda pura-pura tidak tau atau memang benar-benar tidak tau regulasi. Jika tau lalu tidak lakukan sesuai regulasi, maka itu kesengajaan menyelewengkan anggaran.  jika tidak tau sama sekali,  bupati Flotim harus belajar ulang soal konstitusi dan regulasi," sambungnya. 

Ia juga mendesak Pemda Flotim segera membayar jasa tenaga kesehatan (Nakes) RSUD dr. Hendrikus Fernandez yang hingga kini masih tercatat sebagai utang Pemda. 

"Soal jasa nakes itu bukan utang, tapi sistem bagi upah 60:40. Anehnya, jadi utang karena ditahan Pemda Flotim," tegasnya.

Ia berjanji akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih banyak hingga tuntutan mereka berdialog dengan bupati terealisasi. 

"Kami akan turun lagi dan berharap bupati bisa menerima kami untuk berdialog," tandasnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved