Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Sabtu 12 Juni 2021, Pesta Hati Tersuci SP Maria: Teladan Kesetiaan

Penginjil Lukas memberikan beberapa petunjuk kepada para pembacanya untuk melihat bahwa orang tua Yesus adalah orang-orang saleh.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Sabtu 12 Juni 2021, Pesta Hati Tersuci SP Maria: Teladan Kesetiaan (Luk 2:41-51)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Keluarga kecil Nazareth adalah keluarga yang saleh dan taat. Penginjil Lukas memberikan beberapa petunjuk kepada para pembacanya untuk melihat bahwa orang tua Yesus adalah orang-orang saleh.

Mereka menyunatkan Yesus tepat pada waktunya (Luk 2:21; bdk. Flp 3:5a) dan menyerahkan Dia ke bait Allah untuk pentahiran (Luk 2:22-24). Mereka secara rutin menghadiri Hari Raya Paska (Luk 2:41).

Petunjuk yang digunakan “tiap-tiap tahun” untuk memperingati peristiwa perayaan Paska saat Tuhan membunuh semua anak sulung Mesir. Firaun akhirnya memanggil Musa dan Harun dan menyuruh orang Israel keluar dari Mesir (Kel 12:1-36).

Maria mengikuti perayaan Paska (Luk 41-42), walaupun tidak ada keharusan bagi perempuan untuk mengikuti Paska di Yerusalem. Mereka sudah mengajak Yesus menghadiri perayaan Paska pada usia 12 tahun (Luk 2: 42), walaupun menurut tradisi waktu itu, anak usia 12 tahun hanya perlu diajarkan tentang makna hari raya dan baru pada usia 13 tahun mereka ikut serta dalam perayaan Paska di Yerusalem.

Mereka juga mengikuti seluruh rangkaian perayaan Paska yang memakan waktu 7 hari (Luk 2: 43) dengan frasa “sehabis hari-hari perayaan itu”, walaupun yang diwajibkan hanya 2 hari saja.

Anak Yesus yang “tertinggal” di Bait Allah membuat Yosef dan Maria berhari-hari mencari-Nya di antara sanak keluarga. Rombongan yang berziarah ke Yerusalem memang sangat besar dan anak-anak biasanya berada di dalamnya.

Maria dan Yosef mencari Yesus karena kecemasan manusiawi. Apalagi keduanya belum memahami rencana Allah atas diri Yesus. Pencarian itu merupakan konsekunesi logis dari tanggung jawab orang tua. Masuk akal ketika orang tua mencemaskan keberadaan anaknya di tengah histeria massa peziarah di kota sebesar Yerusalem.

Maria dan Yosef menemukan anak Yesus sedang berada di dalam Bait Allah. Yesus yang baru berumur 12 tahun itu sedang menghadirkan rasa takjub di kalangan alim ulama. Para alim-ulama (guru-guru) sangat heran terhadap Dia (Luk 2:47).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved