Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 11 Juni 2021, Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus: DARAH & AIR

Air mempunyai peran yang begitu penting, di antaranya membawa nutrisi dan oksigen ke dalam sel-sel tubuh, membantu proses pencernaan

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik, Jumat 11 Juni 2021, Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus: DARAH & AIR (Yohanes 19:31-37)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Tak dapat disangkal bahwa tubuh kita membutuhkan asupan cairan agar dapat bekerja lebih optimal. Air mempunyai peran yang begitu penting, di antaranya membawa nutrisi dan oksigen ke dalam sel-sel tubuh, membantu proses pencernaan, mengatur suhu tubuh, dan sebagainya.

Selain air,  darah juga merupakan cairan yang sangat penting bagi tubuh dikarenakan memiliki beragam fungsi, seperti mengedarkan seluruh senyawa kimia yang ada dalam tubuh, mulai dari nutrisi makanan, hormon, enzim, zat sisa, oksigen; pun berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh menghadapi benda asing.

"Setetes darah Anda, nyawa bagi sesama", begitu motto yang sering kita baca atau dengar di kantor-kantor PMI, entah itu dalam bentuk iklan, poster atau apa pun.

"Setetes air adalah sejuta kehidupan", demikian slogan yang cukup sering terdengar dikampanyekan di mana pun. Keduanya bermakna dan bermaksud sama. Bahwa darah dan air begitu vital bagi kita manusia.

Penginjil Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, memberi pemaknaan yang mendalam tentang darah dan air yang keluar dari lambung Yesus. Bersama Bunda Maria, ia menyaksikan dari dekat, dari bawah kaki Yesus, darah dan air mengucur deras keluar dari lambung Yesus saat ditikam seorang prajurit.

Ia menulis kejadian itu dan memberikan kesaksian mengenai apa yang dilihatnya, "Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberi kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya" (Yoh 19:35). Dalam darah dan air yang mengalir dari lambung Yesus, ia melihat lambang pengharapan.

Sebelum peristiwa di salib itu, Yohanes menulis beberapa kisah mengesankan. Dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus, Yesus berkata bahwa setiap orang harus dilahirkan kembali melalui air dan Roh (lih. Yoh 3:1-21).

Kepada perempuan Samaria, Yesus berjanji bahwa air yang hidup akan mengalir dari hatinya kalau ia minum dari air yang Yesus berikan (lih. Yoh 4:1-42). Ada juga seruan Yesus di Bait Suci pada waktu Pesta Pondok Daun, "Barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!"

Bagi Yohanes, yang dimaksudkan Yesus, air adalah anugerah Roh yang akan diberikan kepada semua yang percaya, yang terbuka hati untuk menerimanya (lih. Yoh 7:37-39).

Air dan darah yang mengalir dari hati Yesus yang ditikam tombak, secara simbolis mengungkapkan kasih Allah yang menyembuhkan, membersihkan, dan memberikan hidup. Air itu menyatakan kehendak Allah yang merobohkan tembok yang memisahkan kita dari Allah, yang membelenggu kita dalam diri kita sendiri, yang mengubah ketertutupan, benci, dan kekerasan menjadi keterbukaan, kasih, dan pengampunan.

Mengucurnya air dan darah setelah lambung tertikam ujung tombak yang tajam, menyatakan dengan dengan tegas dan jelas bahwa kematian bukanlah kata terakhir! Kekerasan dan kebencian tak'kan pernah menang; tapi diubah menjadi kelembutan dan pengampunan.

Namun, air sebagai simbol anugerah Roh tidak diberikan tanpa rasa sakit dan perih yang mengerikan yang (harus) ditanggung. Anugerah kasih itu diberikan melalui penderitaan yang ditanggung dengan bebas oleh Yesus. Air itu merupakan "buah" dari penderitaan hebat, sekaligus sebagai "balasan" terhadap kebencian, kekejaman, dan kejahatan.

Dalam hidup ini, tak jarang kita mengalami hati terluka dan tersakiti. Dari hati kita yang terlukai oleh kata-kata dan tindakan orang, meneteslah darah secara diam dan tanpa diketahui, siang dan malam tanpa henti-hentinya. Kadang kala kita mengalami kegagalan dan kejatuhan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved