Minggu, 12 April 2026

Bupati Malaka Beri Ruang Buat PKK dan Dekranasda Manfaatkan Space di Pasar Perbatasan Motamasin

Bupati Malaka Beri Ruang Buat PKK dan Dekranasda Manfaatkan Space di Pasar Perbatasan Motamasin

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Bupati Malaka, Simon Nahak dan Wabup, Kim Taolin berfoto bersama pengurus PKK/Dekranasda Malaka usai dikukuhkan, Jumat (11/6/2021)pos 

Bupati Malaka Beri Ruang Buat PKK dan Dekranasda Manfaatkan Space di Pasar Perbatasan Motamasin

POS-KUPANG.COM | BETUN--Pengurus TP PKK/Dekranasda Malaka masa bakti 2021-2026 resmi dikukuhkan oleh Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H.

Keberadaan PKK dan Dekranasda ini akan dioptimalkan perannya dalam upaya memfasilitasi hasil karya warga untuk dipasarkan keluar daerah. Selain itu, pemda siap memberi ruang kepada PKK dan Dekranasda memanfaatkan space Pasar Perbatasan di Motamasin.

Ketua TP PKK Malaka, drg. Maria Martina Nahak didepan Bupati Malaka dan Wabup, Kim Taolin, Wakil Ketua TP PKK, Sisilia Bere Buti, ST juga pengurus PKK/Dekranasda di Aula Kantor bupati Malaka, Jumat (11/6/2021) menyampaikan beberapa hal.

Baca juga: 967 Casis Bintara dan Tamtama Polri T.A 2021 Ikut Pemeriksaan Kesehatan Tahap II

Baca juga: Kodim 1618/TTU Gelar Komsos Bersama Komponen Masyarakat

Dikatakan Maria, pengukuhan terhadap pengurus ini tentu orientansinya pada upaya meningkatkan ekonomi keluarga-keluarga. Amanah yang diberikan ini tentu memotivasi kaum perempuan untuk maju dengan mengelola potensi-potensi lokal.

"Potensi kerajinan terutama tenun ikat cukup banyak. Ini yang mau kita angkat dengan mengoptimalkan kelompok tenun ikat yang sudah ada," katanya.

Dirinya berharap kerjasama antar pengurus dan pemda berjalan baik kedepannya agar program peningkatan ekonomi semakin baik. Pengurus harus terus turun ke warga dalam upaya mendorong keluarga-keluarga terkait pola asuh dan peningkatan keterampilan kaum perempuan.

Baca juga: Aksi Demonstrasi PMKRI Flotim Soroti Penggunaan Anggaran Covid-19 dan LKPj Bupati 2020

Baca juga: Badan Nasional Pengelola Perbatasan Gelar Rakor Percepatan Pembangunan Ekonomi Perbatasan di NTT

"Walau baru dikukuhkan tapi kita sudah lakukan kegiatan. Dalam kunjungan Ketua TP PKK NTT ke Malaka baru-baru, kita juga gelar pameran kecil-kecilan berdayakan anak anak Malaka. Dukungan dari Ketua TP PKK NTT cukup tinggi," katanya.

Dalam rencana, lanjut Maria, pihaknya akan menghadirkan kelompok tenun untuk program pemberdayaan tenun ikat. Kelompok akan diberikan penguatan dengan program yang rapi termasuk membahas soal harga dan pemasaran sehingga bisa membantu asap dapur keluarga.

"Saya juga perlu sampaikan bahwa kita juga mendapat bantuan 5 alat tenun dari TP PKK NTT. Tugas kita sekarang benahi kelompok tenun di desa. Hasil usaha kelompok tenun akan kita tampung. Kita beli untuk dijual keluar. Harapan saya kedepan kita bisa terlibat di pameran baik tingkat provinsi, pusat maupun internasional," jelas Maria.

Bupati Malaka, Simon Nahak mengatakan, kehadiran TP PKK dan Dekranasda ini sangat strategis. Dalam masa kepemimpinannya bersama Wabup, orientasi programnya lebih pada pemberdayaan ekonomi demi meningkatkan taraf hidup warga lebih baik.

"Kita di Malaka tersedia pasar perbatasan di Motamasin. Saya dengan wabup sudah turun lihat dan ada space-space yang bisa dimanfaatkan PKK dan Dekranasda. Bisa gunakan satu space untuk kita pajang hasil kerajinan," kata Simon.

Menurutnya, langkah ini dilakukan dengan membuka pasar perbatasan agar seetiap tamu yang datang ke Malaka, bisa digiring ke Pasar Motamasin guna membeli hasil kerajinan rakyat.

"Pasar di wilayah Timur bisa kita hidupkan yang di Motamasin. Untuk di Malaka Tengah tetap kita hidupkan kegiatan aktivitas jual beli tinggal diatur waktu. Intinya geliat ekonomi di Malaka harus hidup.
Karena itu dalam perubahan APBD 2021 kita akan bahas bersama Dewan untuk membantu PKK dan Dekranasda dalam upaya meningkatkan ekonomi rakyat," ujar Simon.

Dirinya menambahkan, untuk pasar perbatasan Motamasin direncanakan seminggu tiga kali yakni Senin, Rabu dan Sabtu. Semua pihak harus bergerak bersama baik Dekranasda, PKK, Pariwisata, Koperasi dan instansi teknis lainnya.

"Olahraga tradisional kita hidupkan lagi. Saya sudah keliling dunia dan yang namanya perbatasan negara itu selalu ramai dengan aktifitas. Space ada dibuka pemerintah pusat tinggal kita di daerah menggerakan Dekranasda disiapkan. Harapannya Juli-Agustus kita sudah bergerak memulai kegiatan di pasar perbatasan," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved