Sabtu, 2 Mei 2026

Penutupan Akses Jalan Weri-Bandara Flotim oleh Pemilik Lahan Makan Korban

petugas medis di UGD RSUD Larantuka. Menurut petugas, setelah mendapat perawatan, korban langsung dipulangkan ke rumah.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Korban lakalantas, Paulus Kelake saat dilarikan ke RSUD Herman Fernandez Larantuka 

Penutupan Akses Jalan Weri-Bandara Flotim oleh Pemilik Lahan Makan Korban

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Penutupan akses jalan Weri-Bandara Gewayan Tana, Wato Witi, Kabupaten Flores Timur oleh pemilik lahan menelan korban. Seorang pengendara sepeda motor menabrak kayu yang digunakan untuk memblokade jalan hingga sekarat, Selasa 8 Juni 2021 malam. 

Korban kecelakaan lalulintas itu bernama, Paulus Kelake warga Dusun Welo, Desa Pai Napan, Kecamatan Lewolema. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Herman Fernandez Larantuka untuk mendapat pertolongan. 

Informasi yang dihimpun dari keluarga, korban yang melaju dari arah Wato Witi-Weri, tak mengetahui di atas badan jalan terdapat kayu penghalang. Akibatnya, ia mengalami luka serius dan sempat tak sadarkan diri. 

"Hanya luka-luka lecet dan sekarang sudah dipulangkan ke rumah," ujar keluarga korban yang enggan ditulis namanya. 

Baca juga: Perjuangan PGRI Flores Timur Capai Desa Terpencil Beri Bantuan untuk Keluarga Terdampak Banjir

Informasi lakalantas itu pun dibenarkan oleh petugas medis di UGD RSUD Larantuka. Menurut petugas, setelah mendapat perawatan, korban langsung dipulangkan ke rumah.

Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri menutup akses jalan ke Bandara
Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri menutup akses jalan ke Bandara (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

"Hanya luka lecet dan sudah dijemput keluarga," kata salah satu tenaga medis RSUD Larantuka.

Menanggapi itu, Ketua Fraksi Gerindra, Muhidin Demon mengaku kecewa dengan aksi penutupan akses jalan oleh warga hingga menelan korban. 

Ia menyarankan keluarga korban lakalantas menempuh jalur hukum. 

Baca juga: Uang Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Kelurahan Weri Flores Timur Tutup Akses Jalan Menuju Bandara

"Ini langkah premanisme, apalagi DPRD sudah mengagendakan rapat bersama pemerintah. Saya sarankan keluarga korban lapor saja ke polisi," tegasnya. 

Untuk diketahui, warga pemilik lahan menutup sebagian akses jalan rute Weri-Watowiti sejak Senin 7 Juni 2021. Penutupan itu sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah daerah Flores Timur yang hingga saat ini belum merealisasikan uang ganti rugi pembebasan lahan. (POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved