Kerinduan Sopir Rental Malaka-Kupang Terobati, Wagub Josef Nae Soi Buka Jalur Alternatif di Benenai
Pasalnya, tiang penyangga badan jembatan dihantam banjir sehingga miring sekitar 75 derajat.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Kerinduan Sopir Rental Malaka-Kupang Terobati, Wagub NTT Buka Jalur Alternatif di Benenai
POS-KUPANG.COM I BETUN--Kerinduan para sopir rental jurusan Malaka-Kupang selama dua bulan tidak bisa melintasi jalur Sungai Benenai kini terobati.
Pasalnya, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi secara resmi membuka lintasan jalur alternatif yang dikerjakan pasca banjir Bandang Seroja menghantam jembatan terpanjang di Pulau Timor.
Ungkapan kegembiraan ini disampaikan sopir Rental Malaka-Kupang, Antonius Mangu kepada Pos-Kupang di Betun, Rabu 9 Juni 2021.
Anton menceritrakan bahwa sejak banjir bandang menghantam jembatan Benenai, praktis arus kendaraan Malaka-Kupang tidak bisa melintas. Pasalnya, tiang penyangga badan jembatan dihantam banjir sehingga miring sekitar 75 derajat.
"Sejak tanggal 4 April itu kami para sopir rental juga sopir mikrolet dan truk tidak bisa lagi melintas. Cuma kendaraan roda dua saja yang bisa melintasi jembatan Benenai. Penumpang mobil harus estafet. Jadi praktis selama dua bulan lebih kami kalau dari Kupang cuma turunkan penumpang di pinggir jembatan," kata Anton.
Pria campuran Malaka-Adonara ini menyatakan rasa syukur karena pada tanggal 9 Juni kendaraan roda empat sudah bisa melintasi jalan alternatif sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
"Saya atas nama teman-teman sopir rental ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten Malaka yang sudah membuka akses jalan alternatif ini. Kami sudah bisa masuk Betun mencari penumpang dan mengangkut kebutuhan pokok," ujar lulusan ITS Surabaya ini.
Baca juga: Wagub NTT, Josep Nae Soi Minta IOM Segera Selesaikan Masalah Pengungsi Afghanistan di Kupang
Wagub NTT, Josef Nae Soi mengatakan, akses jalan di jalur selatan yang menghubungkan antara Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini kembali normal.
Hal ini menyusul, telah rampungnya pekerjaan jembatan semi permanen Benenai. Pembangunan jembatan Benenai secara permanen akan mulai dikerjakan dan diperkirakan memakan waktu sekitar 6 bulan kedepan dari saat ini.
"Jembatan bisa dipakai hari ini, tidak perlu ada ceremonial, tadi sudah sepakati bersama Bupati dan Wakil Bupati Malaka," kata Josef Nae Soi.
Menurut Wagub NTT, ia sudah bersepakat bersama Bupati dan Wakil Bupati Malaka, acara ceremonial peresmian jembatan baru bisa dilakukan setelah pembangunan jembatan Benenai permanen selesai.
Karena itu, saat ini masyarakat Malaka sudah bisa gunakan jembatan Benenai semi permanen.
Sementara pihak PUPR-RI akan lanjut membongkar dan mengerjakan jembatan Benani yang nyaris putus itu.
"Jembatan Benenai permanen akan mulai dikerjakan, karena pihak PUPR-RI akan lanjutkan tugas selanjutnya," jelas Wagub Josef yang di damping Bupati dan Wakil Bupati Malaka dalam meninjau progres normalisasi Bendungan Benenai yang juga ambruk ketika dilanda Badai Siklon Seroja.
Baca juga: Kubra Menangis Disamping Wagub NTT Nae Soi, Pengungsi Afganistan di Kupang Minta Keadilan
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang yang melanda Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu 3 April 2021 itu mengakibatkan jembatan sepanjang 300 meter lebih itu nyaris putus.
Benenai adalah jembatan terpanjang di Pulau Timor tersebut merupakan satu-satunya akses warga dari Kota Kupang menuju Kota Betun, ibu Kota Kabupaten Malaka.
Karena sebelumnya, akibat jembatan Benenai yang nyaris putus, akses warga yang menggunakan kendaraan dari Kupang menuju Malaka lumpuh total.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)