Fraksi Gerindra DPRD Flotim Kecam Aksi Penutupan Akses Jalan ke Bandara

Karena itu, fraksi Gerindra dengan tegas mengusulkan rapat bersama pemerintah tidak perlu lagi digelar. 

Editor: Rosalina Woso
Fraksi Gerindra DPRD Flotim Kecam Aksi Penutupan Akses Jalan ke Bandara
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Flores Timur, Muhidin Demon

Fraksi Gerindra DPRD Flotim Kecam Aksi Penutupan Akses Jalan ke Bandara

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Flores Timur (Flotim), Muhidin Demon mengecam aksi penutupan akses jalan Weri-Bandara oleh pemilik lahan. Aksi itu, menurut dia sebagai bentuk premanisme yang tidak perlu dilakukan. 

"Rapat hari Senin kemarin kan DPRD sudah agendakan rapat hari Jumat ini dengan pemerintah. DPRD sudah siap fasilitasi, kenapa dengan cara begini? Ini gaya premanisme," ujarnya kepada wartawan, Rabu 9 Juni 2021. 

Ia mengatakan penutupan akses jalan itu menunjukkan warga tidak menghargai lembaga DPRD yang sudah mengagendakan rapat bersama warga pemilik lahan dan pemerintah menyelesaikan persoalan itu. Karena itu, fraksi Gerindra dengan tegas mengusulkan rapat bersama pemerintah tidak perlu lagi digelar. 

Baca juga: Penutupan Akses Jalan Weri-Bandara Flotim oleh Pemilik Lahan Makan Korban

"Ini soal komitmen dan marwah lembaga. Kesepakatan sudah dibuat. Pimpinan DPRD sudah petuk palu. Sangat disesalkan, lembaga seakan tidak dihargai. Tidak perlu lagi ada rapat kalau warga sudah lakukan aksi premanisme begini," tegasnya. 

Ia menyarankan warga pemilik lahan melalui kuasa hukumnya menempuh jalur hukum, daripada mengambil langkah penutupan akses jalan. 

Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri menutup akses jalan ke Bandara
Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri menutup akses jalan ke Bandara (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA))

"Seharusnya ambil langkah yang beretika. DPRD sudah siap pasang badan untuk fasilitasi bersama pemerintah. Tetapi kalau dengan gaya premanisme, DPRD tidak perlu lagi menghadirkan pemerintah. Percuma saja. Apa yang sudah disepakati tidak perlu lagi dibahas," tandasnya. 

Kuasa hukum warga pemilik lahan, Ruth Wungubelen sebelumnya mengatakan akses jalan yang ditutup merupakan hak warga yang telah diambil. 

Baca juga: Uang Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Kelurahan Weri Flores Timur Tutup Akses Jalan Menuju Bandara

Ia juga mengaku sudah memberi pemahaman terhadap warga untuk bersabar, namun tak dituruti.

"Yang ditutup itu hak mereka sepanjang 5 meter. Sesuai kesepakatan, dari 5 meter, ganti ruginya cuma 3,5 meter. Saya sudah minta mereka bersabar tapi seperti warga sudah bosan dengan janji dari pemerintah," katanya. 

Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri menutup akses jalan ke Bandara
Warga pemilik lahan di Kelurahan Weri menutup akses jalan ke Bandara (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Untuk diketahui, penutupan akses jalan oleh pemilik lahan dilakukan sejak Senin 7 Juni 2021 sore. Aksi itu sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah daerah yang hingga kini belum membayar uang ganti rugi pembebasan lahan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved