Breaking News:

Apresiasi Pemda Malaka

MENGAWALI masa kepemimpinan, bupati dan wakil bupati Malaka, Simon Nahak-Louise Lucky Taolin menggenjot Inspektorat melakukan audit

Apresiasi Pemda Malaka
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - MENGAWALI masa kepemimpinan, bupati dan wakil bupati Malaka, Simon Nahak-Louise Lucky Taolin menggenjot Inspektorat melakukan audit dan pemeriksaan terhadap dana desa.

Hasilnya mencengangkan. Terjadi penyalagunaan dana desa selama tahun 2016-2019. Total kerugian negara mencapai Rp 9 miliar lebih. Dari jumlah itu, sekitar Rp 1,3 miliar berhasil diselamatkan. Sedangkan sebanyak Rp 8 miliar masih mengendap di oknum kepala desa.

Pemerintah Kabupaten Malaka mengambil langkah tegas dengan merekomendasi 12 oknum kepala desa untuk diproses hukum oleh Kejaksaan Negeri Belu. Adapun desa yang bermasalah dana desa sehingga direkomendasi, yaitu Desa Raiulun, Desa Naisau A, Desa Maktihan, Desa Naas, Desa Naisau, Desa Kereana, Desa Manumuti, Desa Lamudur. Berikutnya, Desa Tafuli, Desa Wesey, Desa Lakulo dan Desa Babotin.

Baca juga: Pemberlakuan Tilang Elektronik di Provinsi NTT Ditunda 

Baca juga: Air Terjun Hono yang Esotik dan Mempesona, Wisata Baru di NTT

Setelah mendapat rekomendasi, Kejaksaan Negeri Belu masih toleransi dengan memberi waktu 60 hari kepada 12 kepala desa untuk mengembalikan kerugian negara dan atau melanjutkan pekerjaan fisik proyek yang terdapat kekurangan volume.

Apabila dalam waktu 60 hari tidak mampu mengembalikan kerugian atau tidak bisa melanjutkan pekerjaan yang terdapat kekurangan volume maka jaksa langsung proses hukum.

Gebrakan Simon Nahak-Lucky Taolin patut diapresiasi. Mengapa? Karena membongkar kebobrokan pengelolaan dana desa yang pada tataran permukaan pelaksanaanya terlihat baik.

Tentu kita tidak ingin dan mau, dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat untuk mempercepat laju pembangunan serta memacu ekonomi masyarakat desa disalahgunakan.

Baca juga: Dunia Pendidikan NTT Berduka, Kepsek SDI Ndora yang Ditikam Orangtua Siswa Meninggal di RSUD Ende

Baca juga: Dunia Pendidikan Berduka, Kepsek SDI Ndora yang Ditikam Orangtua Siswa Meninggal di RSUD Ende

Oleh karena itu, sangat tepat langkah hukum yang dilakukan Pemda Malaka terhadap oknum kepala desa yang dengan sengaja menyalagunakan kewenangannya dalam mengelola dana desa.

Hal ini akan memberi efek jera kepada kepala desa lainnya, agar ke depan mengelola dana desa sesuai petunjuk teknis serta aturan.

Kita berharap inisiatif Pemda Malaka melapor kepala desa yang mengembat dana desa tidak berhenti, tetapi terus berlangsung jika ditemukan ada pelanggaran dan penyalagunaan yang dilakukan kepala desa lainnya pada tahun-tahun berikutnya. Agar tidak dicap hangat-hangat tahi ayam.

Selain itu, mencegah image negatif sebagaimana selentingan yang beredar bahwa Simon Nahak-Lucky Taolin hanya mencari kesalahan dan menjerumuskan aparat desa yang sebelumnya tidak mendukung keduanya dalam Pilkada Malaka.

Konsistensi sikap Simon Nahak-Lucky Taolin sangat dinanti publik. Kita juga berharap tidak hanya kepala desa yang menjadi target.

Hendaknya semua pejabat lingkup Pemda Malaka bahkan pimpinan dan anggota DPRD Malaka sekalipun jika melakukan penyalagunaan kewenangan dan keuangan negara maka layak dan pantas direkomendasi Pemda Malaka untuk diproses hukum oleh aparat penegak hukum.

Berikutnya, kita mengimbau kepala desa yang tersangkut kasus dana desa, memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Belu untuk mengembalikan kerugian negara agar bisa bebas dari jeratan hukum.

Kepada kepala desa lainnya, hendaknya arif dan bijaksana dalam mengelola dana desa sesuai pentunjuk teknis dan aturan. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved