Breaking News:

Parodi Situasi

Parodi Situasi Minggu 6 Juni 2021: Duyung dari Alor

Apakah Anda pernah ke Pulau Alor? Itulah pulau yang mendapat julukan mutiara dari timur

Parodi Situasi Minggu 6 Juni 2021: Duyung dari Alor
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Apakah Anda pernah ke Pulau Alor? Itulah pulau yang mendapat julukan mutiara dari timur. Lautnya terkenal jernih, bersih, indah, menawan. Tidak heran jika banyak wisatawan ke sana khusus untuk menikmati pantai dan lautnya. Pernah dengar duyung dari Alor? Itu tidak ada duanya di dunia. Boleh bertemu di lautan luas dengan duyung Alor yang ramah tamah, sopan, penuh persahabatan.
***
Duyung dari Alor? Itulah ikan unik yang bernama asli dugong. Ikan ini jenis mamalia yang populer dengan nama ikan duyung. Berliburlah ke sana dan nikmati laut dan ikan dugong. Menurut pemandu wisatanya, dugong hidup liar di lautan luas tetapi ramah terhadap manusia. Bukan sebaliknya ya!
"Mana ada ikan yang ramah terhadap manusia?" kata Rara sambil mencibir. "Seumur-umur saya belum pernah ketemu dengan ikan yang ramah terhadap manusia."

"Bukan hanya ramah!" kata jaki. "Tetapi juga penuh persahabatan."
"Saya tidak percaya ada ikan ramah, kecuali lumba-lumba. Kecuali saya melihatnya dengan mata kepala sendiri, langsung di tempat di mana dugong ada. Bertemu langsung di lautan luas, dan bila perlu berenang bersama dugong. Saya harus mengalaminya sendiri, jika tidak, maaf saja! Saya tidak akan percaya ada ikan ramah apalagi penuh persahabatan seperti dugong!"

Baca juga: Padang Rumput di Wanga, Umalulu Terbakar

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Mahfud MD, Sebut Ada yang Tak Suka Novel Baswedan, Siapa?

"Tidak percaya ya sudah! Memang penting kah kamu percaya atau tidak? Sombong. Kamu sudah pernah ketemu dugong kah?" tantang Jaki.

"Saya tonjok kamu punya mulut baru tahu rasa! Silahkan pergi kau tenggelam dengan dugong. Hidup saja bersama dugong di laut biar belajar persahabatan dengan dugong. Dasar kamu bodoh. Memang ada untung apa bertemu dugong?" ancam Rara.

"Model seperti kamu ini, dugong tidak bakal mau mendekat. Ia akan lari menjauh ke tengah samudra raya. Biar tidak bertemu dengan wisatawan model kamu!" sambar Jaki lagi. Keduanya selanjutnya bertengkar mempertahankan pendapat masing-masing. Yang satu mati-matian dugong itu ramah, penuh persahabatan, dan sopan santun, yang satu lagi mati-matian menentangnya.
***
"Astaga! Kamu bertengkar soal dugong ikan duyung dari Alor? Apanya yang kalian berdua pertengkarkan? Dugong itu anugerah bagi lautan kita. Sungguh luar biasa. Saya sudah bertemu dengan duyung yang mempesona itu."

Baca juga: Anya Geraldine: Cari Partner

Baca juga: Ini Alasan Pemda Ngada Berencana Relokasi RSUD Bajawa

"Betul kah?" Rara bertanya karena tidak percaya.
"Memang sejak kapan Nona Mia pernah tipu kamu?" Benza menyambung.
"Bagaimana mungkin ada ikan yang ramah, penuh persahabatan, dan ditambah mempesona lagi! Wah, wah, wah," Rara tetap mencibir. "Saya tidak percaya dan tidak akan pernah mau ke Alor untuk bertemu dengan dugong yang kamu semua bangga-banggakan itu! Memang ada hebat apa itu dugong?"
***
Nona Mia, Benza, dan Jaki terdiam memperhatikan Rara. Bagaimana mungkin soal dugong yang luar biasa itu Rara bisa mencak-mencak marah tidak karuan. Bagaimana mungkin Rara bisa ancam tonjok wajah Jaki karena dugong. Waduh, Rara sedang lupa bahwa keempatnya bersahabat baik sejak lama. Sebagai sahabat baik tentu saja harus penuh persahabatan. Jika tidak mengerti tentang persahabatan, bukankah Rara bisa belajar dari kearifan ikan dugong?

"Pokoknya saya tidak mau ke Alor untuk bertemu ikan dugong," kata Rara lagi.
"Mari kita ke sana, Rara. Luar biasa. Benar. Dugong ramah tamah, sopan, dan ikhlas. Saya mengalami sendiri. Naik perahu ke tengah lautan dan sungguh luar biasa rasa syukur saya pada ikan dugong.

Duyung dari Alor itu berada tepat di belakang perahu, menyentuh tepi perahu, dan saya menyentuh kepalanya dengan rasa hormat dan bangga luar biasa. Lama kami di lautan dan selama itu dugong bersama kami," kata Benza. "Saya dan Nona Mia siap jadi pemandu wisata untuk kalian berdua.
"Oh, begitukah?" tanya Rara mulai tertarik.

"Duyung dari Alor itu meninggalkan kami setelah perahu kami sudah mendekati pantai."
"Dugong bicara apa?" tanya Rara lagi. Rara memperhatikan penjelasan Nona Mia dan Benza bergantian dengan wajah tertekuk angkuh.
***
"Duyung dari Alor itu bicara tentang laut yang indah, keramahan, persahabatan, rasa terima kasih, dan syukur," jawab Nona Mia. "Pelajaran kearifan yang luar biasa khusus untuk kita semua. Jika kehilangan waktu untuk mengerti berbagai persoalan hidup ini di darat, mari kita pergi ke laut. Mari bertemu dugong."

"Hidup di lautan? Belajar pada kearifan dugong? Maaf saja teman-teman. Saya bukan ikan!" Rara tetap tidak peduli. (*)

Kumpulan Parodi Situasi

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved