SMK Sadar Wisata Ruteng Miliki Fasilitas Berstandar Dunia Industri
Dalam kesempatan itu, Gubernur Viktor bersama rombongan disambut oleh Kepala SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian bersama para guru/pegawai beser
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
SMK Sadar Wisata Ruteng Miliki Fasilitas Berstandar Dunia Industri
POS-KUPANG.COM | RUTENG--Gubernur Provinsi NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi SMK Sadar Wisata Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu 22 Mei 2021 lalu.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Viktor bersama rombongan disambut oleh Kepala SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian bersama para guru/pegawai beserta para siswa dengan pengalungan selendang dan juga karya kreasi siswa dalam seni tari, paduan suara, dan dekorasi.
Dalam sambutanya, Kepala SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian, menjelaskan, SMK Sadar Wisata merupakan sekolah swasta dibawa naungan Yayasan Pendidikan Karya Nusantara Manggarai yang didirikan pada Tahun 1990.
Saat ini SMK Sadar Wisata tertanggal 5 November 2019 mendapatkan akreditasi A Unggul. Pada Tahun 2017, dari 14000 SMK di seluruh Republik Indonesia, SMK Sadar Wisata merupakan salah satu dari 125 SMK yang ditetapkan sebagai SMK Revitaliasi berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016.
Kemudian pada tanggal 20 April 2021, SMK Sadar Wisata ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan melalui keputusan Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 22/D/O/2021.
Dijelaskan Bastian, jumlah siswa di SMK Sadar Wisata pada Tahun Ajaran 2020/2021 dimana pada awal tahun ajaran berjumlah lebih dari 3000 orang. Dan pihaknya menggunakan sistem gugur sehingga terakhir jumlah siswa kelas 10 sebanyak 820 orang, kelas II sebanyak 785 dan kelas 12 sebanyak 1.201 orang dengan total keseluruhan sebanyak 2.806 siswa. Sementara jumlah guru sebanyak 88 orang dan pegawai sebanyak 11 orang dengan total 99 orang.
Dikatakan Bastian, minat masyarakat untuk masuk di lembaga pendidikan itu sangat tinggi dimana ratusan bahakan ribuan pihaknya harus menolak pada setiap tahun pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Bastian mengatakan, SMK Sadar Wisata memiliki bidang keahlian Pariwisata dengan Kompentensi Keahlian Usaha Perjalanan Wisata dan Perhotelan. Saat ini SMK Sadar Wisata juga sudah memilki hotel dan restoran berbintang.
Kurikulum yang digunakan, Kata Bastian, menggunakan kurikulum pertama yakni kurikulum K-13 Revisi. Selain itu, kedua pihaknya juga menggunakan kurikulum yang sinkronisasi dengan Industri.
"Itu artinya kami sudah bekerja sama dengan Industri seperti kami sudah lakukan kerja sama dengan Hotel Ayana, Hotel Jayakarta dan semua hotel-hotel berbintang di Labuan Bajo. Kami berduksi dengan mereka terkait potensinya, setelah itu kami menyusun sebuah kurikulum dan melaksanakan itu di sekolah, sehingga siswa yang lulusan dari sini sudah diberikan kompetensi sesuai standar dunia industri dan dunia usaha,"jelas Bastian.
"Kami juga bekerja sama dengan Industri melalui usaha kerja khusus. Kami tidak hanya menamatkan siswa, tetapi melalui usaha kerja khusus kami juga bersama Industri menyalurkan tamatan dari SMK Sadar Wisata. Tanggung jawab kami tidak hanya menamatkan siswa, tetapi kami membantu mereka dalam menyalurkan tenaga kerja pada dunia usaha dan Industri,"tambah Bastian.
Dikatakan Bastian, pihaknya mempunyai cita-cita menyiapkan siswa siap kerja, bahakan seluruh fasilitas di lembaga pendidikan itu memenuhi standar dunia Industri. Artinya bahwa apa yang ada di dunia Industri, apa yang ada di Hotel itu yang ada di Lembaga Pendidikan itu.
Ketiga, kata Bastian, pihaknya juga menerapkan kurikulum standar ASEAN yakni Common ASEAN Tourism Curriculum (CATC) yang disusun berdasarkan ASEAN Common Competency Standard on Tourism Professional (ACCSTP). Penerapan kurikulum di SMK ini bertujuan untuk mempersiapkan sejak dini calon sumber daya manusia kompeten bidang pariwisata yang memiliki standar internasional, sekaligus sebagai modal dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah dicanangkan sejak akhir 2015.
Bastian juga mengatakan, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan hotel-hotel berbintang baik di Labuan Bajo dan sebagian hotel besar Bali bukan hanya dalam pelaksanaan praktek kerja Industri, namun juga paling penting adalah peningkatan kompetensi guru.
"Saya selaku pimpinan lembaga, sangat memahami kompetensi guru harus selalu di-update, pengetahuan guru harus selalu dilatih, karena seorang guru yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang berkualitas,"tutup Bastian.
Sementara itu Gubernur Viktor dalam kesempatan itu mengatakan ia sudah keliling ke sejumlah Negara, namun NTT memiliki alam yang sangat Eksotik alias indah sekali termasuk salah satunya Pulau Semau yang merupakan tempat dirinya dibesarkan.
Namun menurut Gubernur Viktor, namun saat ini keindahan NTT belum dikelola dengan baik, karena kesalahannya adalah kita tidak tahu cara mengelola keindahan alam itu. Dimana infrastruktur jalan dan hotel serta restoran belum bagus.
Selain itu menurut Guberner Viktor, Pariwisata adalah sebuah bidang yang memiliki lompatan yang eksponensial, namun salah satu yang menjadi kekurangan di NTT untuk mendukung potensi pariwisata adalah chef dan ini menjadi salah satu masalah besar.
Karena itu ia meminta pihak Lembaga SMK Sadar Wisata dalam hal ini kepala Sekolah untuk membuka program studi memasak di sekolah itu.
Dalam hal mendukung ini juga, Gubernur Viktor juga berkontribusi secara pribadi bukan secara gubernur, akan membiayai 12 orang siswa yang melanjutkan pendidikan. Dimana 10 orang melanjutkan pendidikan di Indonesia seperti Bali, Bandung maupun Yogyakarta dan 2 orang lainya untuk melanjutkan studi di luar negeri yakni di Switzerland atau di New Zealand.
"Pulang 2 orang itu bangun usaha sendiri, 10 kerja batas waktu 2 tahun saja lalu keluar bangun usaha sendiri. Ini saya ingin kontribusi secara pribadi, saya mau sekolah betul, pulang tidak usaha berterima kasih dengan saya tapi janji yang sekolah di luar negeri pulang harus buka restoran,"pinta Gubernur Viktor.
"Tidak usah jauh-jauh di Manggarai saja, bisa dia mengisi Liang Bua, dia mengisi Wae Rebo atau bisa mengisi di obyek wisata Wae Pesi karena ini tempat yang indah tapi tidak pernah ada yang kerja,"tambahnya.
Menurutnya, tolak ukur sebuah provinsi maju didalamnya ada wirausaha-wirausaha yang ada didalamnya yang tidak kurang dari 2,5 persen.
Adapun dalam kesempatan itu meninjau sekolah tersebut sekaligus meresmikan 2 gedung baru di sana. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/viktor-bungtilu-laiskodat-saat-mengunjungi-smk.jpg)