Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Selasa 1 Juni 2021: Merawat Bangsa, Mengabdi Allah

“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada  kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk 10:17).

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Selasa 1 Juni 2021: Merawat Bangsa, Mengabdi Allah (Mrk 10:13-17)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Orang-orang Farisi dan Herodian menyembunyikan niat jahat terselubung menjerat Yesus dengan pertanyaan. Pertanyaan jebakan itu dibumbui dengan puja-puji kepada Yesus. Tentu, terbaca terang unsur keterpaksaan. Sebab, Yesus adalah musuh abadi mereka.

“Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” (Mrk: 10: 13). Tapi Yesus tahu maksud busuk orang-orang ini, maka Dia bertanya, “Mengapa kamu mencobai Aku?” (Mrk 10:15).

Orang-orang Farisi tahu akan klaim dari Yesus sebagai Mesias. Dalam pemikiran kelompok elite agama Yahudi ini, Mesias adalah orang yang membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi dan memulihkan Kerajaan Israel di dunia.

Jadi, mereka berharap bahwa Yesus akan menjawab “tidak perlu membayar pajak kepada kaisar” sehingga mereka memiliki alasan untuk  menangkap Yesus dan menyerahkan-Nya kepada pemerintahan Romawi dengan tuduhan palsu menghasut rakyat untuk tidak membayar pajak. Yesus bisa dituduh melawan pemerintahan. Provokator. Urusan politiknya bisa sangat panjang.

Namun, Yesus memberikan jawaban yang membuat mereka semua terkejut dan heran. Ada rasa kagum akan kecerdasan Mesias ini. Sesuatu yang tidak pernah hadir di alam pikiran mereka yang degil.

“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada  kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk 10:17).

Jawaban Yesus yang tidak mereka rencanakan itu seolah menjadi tembok yang menutup alasan niat jahat terselubung mereka untuk menangkap Yesus.

Hal  baru yang mencerahkan adalah Yesus memberikan pengajaran sangat penting yaitu bahwa Kerajaan yang ingin dibangun dan ditawarkan kepada manusia bukanlah kerajaan di dunia ini, namun Kerajaan Sorga. Kerajaan di dunia ini tidak menjadi kiblat final hidup manusia. Tapi jembatan persiapan menuju Kerajaan Sorga.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved