Senin, 13 April 2026

Peserta Upacara di Malaka Kenakan Pakaian Adat Malaka di Momen Hari Lahirnya Pancasila

Upacara Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni di Malaka dilaksanakan melalui virtual oleh pimpinan Daerah bersama jajaran termasuk unsur Forkompimda

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
foto : Dok. Frido Siribesi.
Bupati Malaka, Simon Nahak bersama peserta upacara lainnya mengenakan pakaian adat Malaka, Selasa (1/6). 

Peserta Upacara Kenakan Pakaian Adat Malaka di Momen Hari Lahirnya Pancasila

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN---Upacara Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni di Malaka dilaksanakan melalui virtual oleh pimpinan Daerah bersama jajaran termasuk unsur Forkompimda Malaka.

Dalam momen bersejarah ini, peserta upacara mengenakan pakaian adat Malaka dengan tetap menaati protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH, usai mengikuti upacara secara virtual di  Aula Kantor Bupati Malaka, Selasa (1/6/2021)  menegaskan bahwa Pancasila harus dihayati dan dipedomani sebagai falsafah bangsa yang mampu menjiwai nilai-nilai kebangsaan yang kita anut dan pahami dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan bernegara.

Menurut Simon, melalui Dasar Negara Pancasila, kita mesti tetap hidup di tengah-tengah masyarakat dan  bangsa  Indonesia dan tetap juga berpedoman menghayati nilai-nilai kehidupan yang dijabarkan dalam sila-sila Pancasila sampai kapanpun.

Bupati Malaka juga menegaskan bahwa masyarakat Malaka harus mampu mengimplementasikan Pancasila yang tertuang dalam sila-silanya secara tepat dan benar.

"Sila pertama mengajarkan kita untuk hidup dalam toleransi antar umat beragama, sila kedua mengajarkan kita untuk saling menghormati, sila ketiga menuntun kita untuk semakin mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, sila keempat mengajarkan kita untuk senantiasa bermusyawarah mufakat jika ada persoalan dan sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil terhadap sesama," ungkap Bupati Malaka yang akrab disapa SN ini.

Ditanya soal keberadaan Malaka yang berbatasan langsung dengan Negara lain, Doktor Hukum Pidana ini mengutarakan bahwa Pancasila harus tetap menjadi spirit, semangat dan roh yang terus tumbuh dan berkembang di hati setiap masyarakat Malaka dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sebagai daerah batas, spirit ketahanan nasional senantiasa tumbuh dan berkembang sehingga tidak terjadi gontok-gontokkan dalam menjaga bingkai NKRI," tandasnya.

Selain itu, dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk di dalamnya TNI dan Polri untuk selalu bekerja sama dan sama-sama bekerja membangun Rai Malaka.

Baca juga: Lakalantas di TTS, Masuk Lubang dan Terjatuh, Pengendara Sepeda Motor Asal Malaka Tewas Di Tempat

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Ikut Apel Hari Lahir Pancasila Secara Virtual

"Mari kita tetap perkuat barisan, bersinergi dan dalam kebersamaan yang rukun dan damai bersama seluruh elemen masyarakat, kita bahu membahu untuk membangun Rai Malaka yang kita cintai ini," tegasnya.

Bupati Simon di akhir wawancara mengajak seluruh warga Kabupaten Malaka agar dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ini di bawah tema besar " Pancasila Dalam Tindakan Bersatu Untuk Indonesia Tangguh" selalu mengedepankan nilai-nilai yang termaktub di dalam Pancasila demi Malaka dan Indonesia yang lebih maju, mandiri, berbudaya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Kabupaten Malaka dihadiri juga Dandim 1605 Belu Letkol Wiji Untoro, Plt. Kapolres Malaka, AKBP Sigit Harimbawan, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda Malaka dan Pimpinan Perangkat Daerah se-Kabupaten Malaka.(*)

Bupati Malaka, Simon Nahak bersama peserta upacara lainnya mengenakan pakaian adat Malaka, Selasa (1/6).
Bupati Malaka, Simon Nahak bersama peserta upacara lainnya mengenakan pakaian adat Malaka, Selasa (1/6). (foto : Dok. Frido Siribesi.)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved