Selasa, 2 Juni 2026

Penyintas Bencana di Lembata: 'Plan Indonesia Bantu Ringankan Beban Kami'

Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) menyalurkan bantuan stimulan pendanaan sebesar Rp 732 juta bagi para penyintas bencana a

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Foto/Dokumen Plan Indonesia
Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) menyalurkan bantuan stimulan pendanaan sebesar Rp 732 juta bagi para penyintas bencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Lembata dua bulan lalu.    

Penyintas Bencana di Lembata: 'Plan Indonesia Bantu Ringankan Beban Kami'

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) menyalurkan bantuan stimulan pendanaan sebesar Rp 732 juta bagi para penyintas bencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Lembata dua bulan lalu. 

Bantuan ini pun segera dipergunakan oleh keluarga penyintas untuk melanjutkan hidup secara berdaya di Lembata. 
Yuyun (39), penyintas yang rumahnya terendam banjir imbas badai siklon tropis Seroja menggunakan bantuan dari Plan Indonesia untuk membangun rumahnya. 

"Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Plan Indonesia membantu meringankan beban kami, sehingga kami akan memanfaatkan bantuan ini dengan baik. Saya berencana untuk membeli bahan-bahan pembuatan pondok,” ungkapnya kepada tim Plan Indonesia, saat ditemui di lokasi pengungsian mandiri.

Sementara, Shinta (14 tahun), anak dampingan Plan Indonesia, merasa terbantu dengan dukungan yang diterimanya, mulai dari masa awal masa pandemi Covid-19, masa erupsi gunung Ile Lewotolok, hingga ketika banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Lembata.

“Plan Indonesia mendukung kami dengan memberikan paket kebersihan, paket hunian berupa tikar, selimut, peralatan mandi, dan lain-lain. Terima kasih banyak,” ungkap Shinta.

Sejak 16 April lalu, Plan Indonesia bergerak bersama pemerintah dan relawan setempat untuk membantu pemulihan warga di Lembata, khususnya bagi anak-anak dampingan (sponsored children) dan keluarganya. 

Dalam keterangan resmi kepada wartawan disebutkan bahwa bantuan tersebut diberikan melalui pendanaan sebesar 69.201 Euro (sekitar Rp 1,2 miliar) dari START Fund--konsorsium internasional yang terdiri dari 42 lembaga non profit yang bergerak untuk memperkuat sistem bantuan kemanusiaan, serta melalui Pendanaan sponsorship Plan International dan local fundraising.

Dari jumlah Rp 1,2 miliar yang diperoleh dari START FUND, Plan Indonesia menyalurkan bantuan dalam beberapa tahapan, termasuk dengan mendistribusikan Cash Voucher Assistance atau bantuan nontunai sebesar Rp 732.000.500 untuk 610 keluarga terdampak pada 14 desa di Lembata.

Metode bantuan nontunai disalurkan dalam bentuk tabungan harian sebesar Rp 1.200.000 per keluarga. Bantuan ini bisa segera diambil dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, atau disimpan dalam Koperasi Ankara, sebagai Simpanan Bunga Harian (Sibuhari).

Selain memberikan bantuan nontunai, Plan Indonesia turut membantu mendukung proses pemulihan masyarakat di Lembata melalui bantuan material dan dukungan psikososial. Misalnya, dengan mendirikan 30 pos Cuci Tangan Pakai Sabun, memberikan dukungan psikososial ke 9 titik pengungsian, menyalurkan 750 paket hunian darurat dan manajemen kebersihan menstruasi, juga memberikan 1.221 perlengkapan sekolah bagi anak dampingan Plan Indonesia.

Nasrus Syukroni, Emergency Respons Specialist Plan Indonesia, menerangkan Emergency Response Spesialis Plan Indonesia berlangsung dari 14 April-14 Oktober 2021. Respon bencana ini diberi nama Girl and Boys Affected by Seroja Enjoyed Multisector Intervention atau Gemilang Emergency Response.

Menurut Roni, sapaan akrabnya, selain semua korban bencana pada umumnya, Plan Indonesia juga fokus menyediakan akses pertolongan bagi anak perempuan dan anak laki-laki yang terdampak seroja di Lembata. 

Air bersih sanitasi dan higienis termasuk upaya promosi kebersihan," kata Roni.

Plan Indonesia juga memastikan keberlanjutan belajar selama masa pandemi Covid-19 di posko-posko pengungsian. Tak hanya itu, Plan Indonesia juga menyiapkan peralatan bermain dan belajar di posko pengungsian. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved