LPPA Atambua Bersama Mitra Beberkan Capaian Program dan Renja

Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) Atambua yang membawahi TTU, Belu dan Malaka bersama mitra kerja, Child Fund Internasio

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
Ket foto : Edy Hayong.
Kelompok peserta diskusi pada kegiatan Lokakarya Program Cerdas tahun 2019-2020 dan sosialisasi rencana program tahun 2022-2024 di Hotel Ramayana, Jumat (28/5/2021). 

LPPA Atambua Bersama Mitra Beberkan Capaian Program dan Renja

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) Atambua yang membawahi TTU, Belu dan Malaka bersama mitra kerja, Child Fund Internasional "membeberkan" capaian program kerja dalam tahun 2019/2020.

Dalam kerja - kerja yang bertajuk Program  "CERDaS" dalam setahun berjalan itu titik sasaran terutama pada anak-anak. Kehadiran lembaga ini terutama mendampingi anak untuk tumbuh secara sehat dan terlindungi.

Diharapkan melalui Lokakarya Program Cerdas tahun 2019-2020 dan sosialisasi rencana program tahun 2022-2024 ini, ada evaluasi kelemahan dan merekomendasikan untuk perbaikan dalam rencana kerja (Renja) tahun-tahun kedepannya.

Manager Program LPPA bermitra dengan Child Fund Internasional,  Mikhael Riwu didampingi Ketua LPPA Atambua, Carolus Tae dan wakil Pemda Malaka, Feri Fahik, menyampaikan ini pada kegiatan di Hotel Ramayana-Betun, Jumat (28/5/2021).

Dikatakan Mikhael Riwu, dalam kerja selama ini LPPA melaksanakan tugasnya bermitra dengan Child Fund Internasional dengan titik fokus pada  anak dengan rentang usia yang rentan.

Dalam program, lanjut Mikhael, prioritas perhatian pada anak agar hidup sehat dan terlindungi. Pihaknya responsif pada peningkatan pola asuh dan asupan  yang baik.

"Di Malaka ada  dua kelompok kaum ibu seperti di Desa Lakekun dan Lakekun Utara. Ada  pendamping kelompok ibu-ibu. Kita lihat apakah selama ini kekerasan pada anak dan tidak mengakomodir usulan anak. Kita terapkan pola komunikasi sehingga tidak memaksakan kehendak agar anak lari dari rumah dan bunuh diri," kata Mikhael.

Dirinya menambahkan, pola pendidikan kecakapan hidup, ada penciptaan pembelajaran bermain antara di  masyarakat dan sekolah.

"Ada semacam pendidikan life skill pada anak-anak.
Anak bisa mengekspresikan diri dan mengajarkan cara mengelola administrasi keuangan. Ada dibentuk Kelompok cerdas mengumpulkan anak-anak untuk belajar terutama tidak ada dalam modul. Di Malaka sudah ada 7 kelompok cerdas seperti di  Wehali,  Kamanasa, Lakekun, Lakekun Utara dan Litamali," tambahnya.

Baca juga: Para Dermawan Berempati dengan Korban Seroja di Kabupaten Kupang

Sementara Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Malaka mewakili Pemda,   Feri Fahik saat membuka kegiatan mengapresiasi kehadiran LPPA ini.

Kerjasama antara lembaga ini dengan pemerintahan di Malaka sudah cukup lama. Banyak hal sudah dilakukan bersama mitra kerja dalam upaya mencerdaskan anak-anak Malaka.

Baca juga: Perwira Lingkup Polres Malaka Dimutasi, Ini Nama-namanya

"Pesan saya, intinya dari lokakarya ini hasil yang direkomendasikan  tidak keluar dari visi, misi dan kampanye bupati dan wabup Malaka yang  dituangkan dalam rencana program jangka menengah, jangka   panjang tahun  2022-2024," pesan Feri.

Pantauan Pos-Kupang, usai pembukaan para peserta lintas elemen itu dibagi dalam tiga kelompok. Peserta diminta untuk mengevaluasi program LPPA sesuai hasil temuan di lapangan dan membuat rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved